Inovasi Pemindai Sidik Jari Vivo Diganjar Penghargaan

Oleh: Ibnu Azis - 12 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Vivo menjadi pionir teknologi Screen Touch ID atau pemindai sidik jari dalam layar sebagai standar autentikasi pengguna di masa depan.
tirto.id - Vivo baru saja meraih penghargaan sebagai Best of Android 2018: The Best Innovations dari Android Authority, laman tepercaya yang selama ini menjadi salah satu rujukan berita bagi para tech enthusiast di seluruh dunia.

Penghargaan ini diberikan untuk Vivo yang telah menjadi pelopor dan mewujudkan hadirnya teknologi In-Display Fingerprint Scanner atau pemindai sidik jari dalam layar, sebagai inovasi paling penting dan menarik pada tahun 2018.

Dalam pernyataan resminya, Rabu (12/12/2018), General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia Edy Kusuma mengatakan, konsistensi Vivo dalam pengembangan teknologi Screen Touch ID setelah MWC 2017, dimanifestasikan dalam rangkaian produk komersial pada tahun 2018.

"Penghargaan Best Innovation 2018 ini tentu menjadi motivasi bagi Vivo untuk terus menghadirkan inovasi demi meningkatkan pengalaman mobile pengguna yang lebih baik, serta menjadi pionir dalam tren industri smartphone global masa depan," tambahnya.

Di samping itu, lanjut Edy, teknologi pemindai sidik jari dalam layar yang juga diperkenalkan sebagai Screen Touch ID, mendapat sambutan yang sangat positif. Vivo pun mewujudkan kehadiran teknologi ini dengan meluncurkan V11 Pro pada September 2018 lalu.

"V11 Pro merupakan smartphone pertama yang mengusung teknologi Screen Touch ID di Indonesia," jelasnya.


Pelopor Sidik Jari Dalam Layar

Setelah memperkenalkannya secara global melalui ponsel purwarupa APEX, Vivo telah mengaplikasikan teknologi in-Display Fingerprint Scanner pada seri smartphone premium seri Vivo X20 Plus UD, yang disusul dengan Vivo X21 UD, Vivo NEX, dan Vivo V11 Pro.

Sejumlah produsen smartphone lain juga mulai tertarik menggunakan teknologi in-display fingerprint scanner pada produknya. Bahkan, teknologi in-display fingerprint scanner yang dipelopori Vivo diprediksi menjadi tren teknologi jamak di sejumlah smartphone kelas mid-range pada tahun 2019 mendatang.

Mengacu pada laporan dari HIS Market berjudul Display Fingerprint Technology & Market Report 2018, pengapalan smartphone yang menggunakan sensor in-display fingerprint diperkirakan akan mencapai sekitar sembilan juta unit hingga akhir 2018.

Pada tahun depan, angkanya diprediksi akan meningkat drastis menjadi 100 juta unit di seluruh dunia, seiring dengan kian banyaknya smartphone yang mengadopsi teknologi sidik jari di layar.

Untuk pasar Indonesia, kehadiran teknologi pemindai sidik jari di layar ditandai dengan peluncuran seri Vivo V11 Pro yang mengusung fitur unggulan Screen Touch ID pada September 2018 lalu.


Bukan hanya sekadar memindahkan sensor fingerprint yang tadinya berada di sisi belakang bodi smartphone Vivo, penggunaan Screen Touch ID membuat implikasi positif pada Vivo V11 Pro yakni desain ukuran layar bisa dimaksimalkan hingga Ultra All-Screen dengan rasio 19,5:9 dan rasio layar-ke-bodi mencapai 91,27%.

Selain itu, bezel di sisi kiri-kanan layar smartphone pun kian tipis hingga 1,76 mm dan bagian bawah layar mencapai 3,8 mm.

Akan Semakin Canggih

Teknologi Screen Touch ID seperti pada Vivo V11 Pro hanyalah tahap awal dari pengembangan teknologi tersebut di masa depan. Vivo kini terus mengembangkan Screen Touch ID agar bisa dipasangi dengan ukuran sensor yang lebih besar yang bisa mendeteksi sidik jari pengguna di seluruh area layar.

Dengan teknik tersebut, nantinya pengguna bisa mendaftarkan dua sidik jari tangannya ke sistem sehingga layar smartphone dapat dibuka dengan menempelkan dua jari di area manapun pada layar.

Menurut Edy, pusat penelitian dan pengembangan Vivo terus mencari berbagai potensi pengembangan fitur pada rangkaian produk Vivo ke depan yang tak terbatas pada Screen Touch ID saja.

"Vivo mengeksplorasi berbagai inovasi lainnya baik pada kamera, desain, performa, hingga kecerdasan buatan yang dapat kami hadirkan untuk memanjakan konsumen Vivo di seluruh dunia, termasuk Indonesia," pungkas Edy.


Baca juga artikel terkait VIVO atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Ibnu Azis
Editor: Ibnu Azis