tirto.id - Calon pengganti Kim Jong Un sebagai Presiden Korea Utara tampaknya tengah dipersiapkan secara serius. Menurut Badan Intelijen Korea Selatan (NIS), satu nama menguat yakni putri Kim Jong Un yang bernama Kim Ju Ae.
Melansir Reuters, NIS menilai bahwa Kim Jong Un secara konsisten terus memperkuat posisi putrinya sebagai penerus ketika ia berhenti memimpin Korea Utara. Penilaian NIS tersebut dibagikan kepada parlemen Korea Selatan dalam pengarahan tertutup pada Kamis (12/2/2026).
Kim Ju Ae usianya diyakini masih remaja. Ia semakin sering muncul di media pemerintah Korea Utara bersama sang ayah.
Kim Jung Ae Diyakini Mulai Dipersiapkan Jadi Pemimpin Korut
Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-gwon, menyebut bahwa Kim Ju Ae terus disorot dalam acara-acara kenegaraan di Korea Utara. Bahkan, kata Lee Seong-gwon, ada dugaan bahwa putri Kim Jong Un itu sudah ikut memberi saran dalam penentuan sejumlah kebijakan.
"Kami percaya bahwa dia sekarang telah memasuki tahap seleksi suksesi," kata Lee, dikutip dari Al Jazeera.
Lee, bersama anggota parlemen lainnya Park Sun-won, juga menyatakan bahwa Kim Ju Ae diduga telah diperlakukan sebagai pemimpin tertinggi kedua secara de facto.
Putri Kim Jong Un itu pertama kali muncul di muka publik dunia pada 2022 lalu. Kala itu, beredar foto Kim Ju Ae ikut menyaksikan uji peluncuran rudal balistik antarbenua milik Korea Utara.
Sejak uji peluncuran itu, Kim Ju Ae kerap muncul dalam dokumentasi acara kenegaraan lainnya. Salah satunya adalah parade militer Cina pada September 2025 lalu.
Dalam parade militer yang turut dihadiri Prabowo Subianto itu, Kim Ju Ae ikut bersama ayahnya ke Beijing dengan kereta lapis baja. Rombongan Korea Utara itu tampak berbaur dengan pemimpin Cina dan Rusia selama parade peringatan akhir Perang Dunia II itu.
Korea Utara sebelumnya telah mengumumkan penyelenggaraan kongres Partai Buruh pada akhir Februari ini. Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Kim Ju Ae akan ikut hadir dalam kongres itu.
NIS, dalam pengarahan tertutup mereka untuk anggota parlemen pada Kamis, juga menyebut bahwa Kim Jong Un kini tengah mengembangkan kapal selam besar baru. Kapal ini diduga mampu membawa 10 rudal balistik.
Terdapat kemungkinan bahwa kapal selam tersebut telah dirancang untuk ditenagai reaktor nuklir. Bobot kapal selam baru itu diprediksi dapat mencapai 8.700 ton.
Akan tetapi, masih belum jelas bagaimana rancangan kapal selam itu. Tenaga penggerak dan fungsi operasional kapal itu juga belum bisa dipastikan oleh NIS.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































