tirto.id - Penilaian kinerja guru dan kepala sekolah merupakan proses yang perlu dilakukan secara rutin. Setidaknya satu kali dalam setahun. Evaluasi bertujuan memastikan peran dan tanggung jawab para pendidik dan pemimpin sekolah berjalan optimal sesuai standar mutu pendidikan nasional.
Sejumlah indikator telah ditetapkan untuk menilai sejauh mana capaian dan efektivitas kinerja mereka di lapangan.
Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) meminta kepada guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, dan Tim Kinerja Dinas untuk ikut serta dalam Survei Nasional Pengelolaan Kinerja dilakukan Jumat-Rabu, 4-9 Juli 2025. Hal ini dilakukan demi mendukung pelaksanaan evaluasi.
Hasil survei menjadi landasan kebijakan nasional dalam memperkuat sistem pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah. Kebijakan mengacu pada temuan nyata di lapangan, sehingga program peningkatan kompetensi dan tata kelola dapat lebih tepat sasaran.
8 Indikator Kinerja Guru dan Kepala Sekolah, Apa Saja?
Mengutip akun Instagram resmi @ditjen.gtk.kemdikbud, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemdikdasmen RI mengumumkan adanya delapan indikator kinerja yang digunakan untuk menilai kualitas kinerja guru dan kepala sekolah.
Indikator ini merupakan bagian kebijakan pengelolaan kinerja yang terintegrasi langsung dengan Rapor Pendidikan. Sehingga indikator kinerja berpengaruh nyata terhadap mutu pembelajaran di satuan pendidikan.
Delapan indikator kinerja ini tidak hanya digunakan untuk evaluasi formal, tetapi juga sebagai bahan refleksi dan perbaikan pelaksanaan tugas pendidik dan pemimpin sekolah.
Seluruh indikator dikembangkan untuk menangkap praktik nyata di ruang kelas, termasuk interaksi guru dengan siswa, suasana pembelajaran, hingga metode penyampaian materi.
Berikut delapan indikator kinerja guru sebagaimana dijelaskan oleh Ditjen GTK:
- Keteraturan suasana kelas
- Penerapan disiplin positif
- Umpan balik konstruktif
- Perhatian dan kepedulian
- Ekspektasi pada peserta didik
- Aktivitas interaktif
- Instruksi yang adaptif
- Instruksi pembelajaran
Sementara itu, indikator kinerja bagi kepala sekolah juga merujuk pada turunan dari Indikator Kualitas Pembelajaran yang tercantum dalam Rapor Pendidikan. Tidak seperti guru yang menjalani penilaian berdasarkan seluruh indikator, kepala sekolah hanya diminta memilih satu indikator yang menjadi fokus utama penilaian selama satu periode.
Pendekatan ini memungkinkan kepala sekolah untuk lebih mendalami satu aspek strategis dalam pengelolaan satuan pendidikan.
Para guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, serta tim pengelola kinerja di daerah didorong untuk berpartisipasi aktif dalam Survei Nasional Supervisi Pengelolaan Kinerja melalui laman resmi yang disediakan Kemendikdasmen.
Partisipasi ini sangat penting, karena hasil survei akan menjadi dasar utama dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah secara nasional, sehingga sistem pendidikan Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Sementara delapan indikator kinerja kepala sekolah menurut Ditjen GTK adalah sebagai berikut:
- Memandu perencanaan pembelajaran
- Komunikasi visi misi satuan pendidikan
- Presentasi program sekolah
- Refleksi pengelolaan kurikulum satuan pendidikan
- Aktivasi kegiatan komunitas belajar
- Siklus peningkatan kualitas praktik pembelajaran
- Menceritakan praktik baik kepemimpinan
- Refleksi program pengembangan kompetensi guru.
Kumpulan Info Kebijakan Guru 2025
Masuk tirto.id





































