Menuju konten utama

Impor Migas Pertamina dari AS Tetap Lewat Proses Lelang

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini masih menunggu finalisasi perjanjian tarif resiprokal dengan Amerika Serikat.

Impor Migas Pertamina dari AS Tetap Lewat Proses Lelang
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato saat 13th US–Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11/2025).ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa impor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dari Amerika Serikat (AS) oleh PT Pertamina akan tetap melalui mekanisme lelang bagi vendor-vendor AS.

“Impor langsung itu nanti pasti ada bidding. Untuk vendor (penyedia migas) Amerika-nya pasti ada bidding,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini masih menunggu finalisasi perjanjian tarif resiprokal dengan Amerika Serikat.

Setelah perjanjian tarif tersebut disepakati oleh kedua negara, pemerintah Indonesia dan AS akan membuat nota kesepahaman (MoU) terkait berbagai hal yang menjadi kesepakatan bersama kedua negara.

“MoU sudah dibuat, itu sudah ada mekanismenya. Kami sedang menunggu perjanjian tarif resiprokal dengan Amerika Serikat,” ujarnya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa kesempatan untuk mengimpor BBM dan LPG dari AS ini tidak hanya terbuka untuk Pertamina, tetapi juga bagi sektor swasta. “Kalau swasta ingin (impor dari AS), boleh,” tambahnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih luas antara Indonesia dan AS, di mana AS menyetujui penurunan tarif untuk sejumlah produk Indonesia dari ancaman awal 32 persen menjadi 19 persen.

Sebagai bagian dari kesepakatan penurunan tarif resiprokal tersebut, Indonesia melalui Pertamina akan meningkatkan impor energi dari AS dengan nilai mencapai 15 miliar dolar AS.

Paket kerja sama ini juga mencakup komitmen investasi untuk proyek-proyek di Indonesia serta pembangunan fasilitas blue ammonia di AS, dengan total nilai investasi sekitar 10 miliar dolar AS.

Airlangga menilai seluruh paket perdagangan dan investasi ini akan membuat neraca dagang kedua negara kembali seimbang.

Sementara menunggu kepastian hukum dari perjanjian tarif, PT Pertamina (Persero) juga masih menunggu peraturan resmi dari pemerintah terkait rencana impor minyak mentah (crude oil) dari Amerika Serikat.

Baca juga artikel terkait AIRLANGGA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra