Menuju konten utama

Imbas Argo Bromo Anjlok, Penumpang di Tegal Dialihkan Naik Bus

Penumpang kereta api menuju Jakarta tertahan di Stasiun Tegal dan dialihkan melanjutkan perjalanan dengan bus.

Imbas Argo Bromo Anjlok, Penumpang di Tegal Dialihkan Naik Bus
Petugas menggunakan kereta luar biasa (railway crane) mengevakuasi rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir yang anjlok di emplasemen Station Pegaden Baru, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon dan Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mendatangkan railway crane SC39302 dan kereta penolong untuk memfokuskan upaya pemulihan jalur dan mengevakuasi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami anjlok. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Jawa Tengah terpaksa mengalihkan penumpang ke moda transportasi bus menyusul gangguan operasional yang terjadi di jalur rel kawasan Stasiun Pegaden Baru, Subang, wilayah Daop 3 Cirebon, Jawa Barat.

Gangguan yang disebabkan oleh rintang jalan di jalur lintas barat itu terjadi pada Jumat (1/8/2025) dan berdampak langsung terhadap perjalanan kereta api dari arah timur menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Alhasil, sejumlah rangkaian kereta tertahan di Stasiun Tegal dan tidak dapat melanjutkan perjalanan secara normal.

Untuk menjaga kelangsungan layanan, KAI mengambil langkah tanggap darurat dengan menerapkan skema overstapen, yaitu pengalihan sebagian penumpang menggunakan moda transportasi lain. Dalam hal ini, bus.

“Langkah ini diambil demi memastikan pelanggan tetap dapat melanjutkan perjalanannya meskipun kereta tidak bisa melintas langsung ke jalur berikutnya,” kata Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Sabtu (2/8/2025).

Hingga pukul 08.30 WIB pada Sabtu pagi, KAI telah mengerahkan 13 unit bus untuk membawa sebanyak 539 penumpang dari Stasiun Tegal menuju wilayah Cirebon, Cikampek, hingga Jakarta.

Menurut Franoto, petugas KAI diterjunkan langsung ke lapangan guna memastikan proses overstapen berjalan lancar, mulai dari pengaturan naik bus hingga pemberian layanan tambahan bagi pelanggan yang terdampak.

Tak hanya itu, KAI juga menerapkan skema service recovery, termasuk opsi pengembalian penuh bea tiket bagi penumpang yang memutuskan batal melanjutkan perjalanan.

“Refund tiket dapat dilakukan dalam jangka waktu tujuh hari ke depan, terhitung sejak tanggal keberangkatan kereta. Bea tiket akan dikembalikan 100 persen, di luar bea pemesanan,” jelas Franoto.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi dan berharap proses normalisasi jalur dapat segera rampung.

Sebelumnya, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir yang mengalami anjlok di petak emplasemen Stasiun Pegaden Baru (PGB) wilayah Daop 3 Cirebon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025).

Upaya evakuasi berhasil selesai dilakukan pada Sabtu pagi ini. Sebanyak lima gerbong yang anjlok berhasil dievakuasi.

Tim kami terus bekerja untuk mengembalikan operasional seperti sedia kala dan memastikan perjalanan kereta api kembali lancar. Kami targetkan agar kereta pada malam hari dapat kembali beroperasi normal,” kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2025).

Insiden ini berdampak pada pembatalan 24 perjalanan KA di 1 Agustus, dan meningkat menjadi 54 pembatalan di hari ini. Sementara itu, pada tanggal 3 Agustus 2025 diperkirakan dua perjalanan KA akan dibatalkan.

“Kami menyadari adanya keterlambatan dan pembatalan perjalanan yang berdampak pada pelanggan, namun kami terus berupaya agar perbaikan dapat diselesaikan dengan aman dan tepat waktu,” ujarnya.

=====

TegalTerkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait PT KAI atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Bayu Septianto