Menuju konten utama

IESR: Pembangunan PLTS 100 GW dalam 2 Tahun Tak Realistis

Pada tahun ini, pemerintah pusat secara realistis hanya dapat melakukan perencanaan hingga menyiapkan SDM.

IESR: Pembangunan PLTS 100 GW dalam 2 Tahun Tak Realistis
Pekerja melakukan perawatan rutin pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah kerja (WK) Rokan Duri, Bengkalis, Riau, Jumat (17/10/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agr

tirto.id - CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) tidak akan rampung dalam waktu dua tahun.

Hal ini dia nyatakan merespons Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan PLTS 100 GW rampung dalam dua tahun.

"[Pembangunan PLTS] 100 GW selesai dalam dua tahun bukanlah target yang realistis," ucapnya melalui pesan singkat, Selasa (17/3/2026).

Menurut Fabby, pada tahun ini, pemerintah pusat secara realistis hanya dapat melakukan perencanaan, membuat desain program, persiapan rantai pasok, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

Lalu, pemerintah pusat dapat melakukan pilot project berupa PLTS serta battery energy storage system (BESS) di daerah tertinggal serta mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan PLTS maupun BESS pada 2027.

Kata Fabby, langkah pemerintah pada 2026 dan 2027 seharusnya menjadi salah satu opsi program yang mudah untuk dilakukan.

"Setelah itu, di tahun ketiga sampai 2030 melakukan akselerasi. Untuk bisa akselerasi, persiapan dan perancangan mekanisme implementasi itu adalah kuncinya," tuturnya.

Fabby menilai kebutuhan anggaran untuk menyalurkan listrik ke desa-desa serta mengganti PLTD mencapai 51-78 miliar dolar AS. Sementara itu, anggaran untuk mencapai PLTS berkapasitas 100 GW diperkirakan mencapai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.092.738.770.000.000 (Rp5 ribu triliun).

Fabby menambahkan, kapasitas modul surya Tanah Air mencapai 14 GW. Kapasitas itu dinilai dapat dinaikkan hingga 20 GW dalam waktu 12 bulan.

"Bisa tumbuh lagi kalau ada permintaannya. Yang jelas program ini akan menaikkan permintaan modul surya dan menumbuhkan industri rantai pasoknya hingga ke-hulu, misalnya produksi sel surya dari silikon," ucap dia.

Baca juga artikel terkait PLTS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi