Menuju konten utama

Ibu Korban Kebakaran Terra Drone Menangis di Persidangan

Mimi Adriani Nasution menangis saat menceritakan terakhir kali melihat jenazah anaknya yang menjadi korban kebakaran di Gedung Terra Drone.

Ibu Korban Kebakaran Terra Drone Menangis di Persidangan
Olah TKP kedua kebakaran di Gedung Terra Drone, Jakarta, oleh Puslabfor Polri, Kamis (11/12/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Ibu korban kebakaran di kantor Terra Drone, Mimi Adriani Nasution, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan momen terakhir melihat jenazah anaknya usai insiden kebakaran yang terjadi Desember 2025 lalu.

Mimi menyampaikan hal itu saat menjadi salah satu saksi dalam kasus dugaan kelalaian dengan terdakwa Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Mulanya, Mimi menjelaskan bahwa anaknya yang bernama Raihansyah mulai bekerja di perusahaan tersebut sejak Februari 2025. Mimi mengaku pertama kali menerima kabar melalui pesan singkat dari HRD perusahaan pada Selasa sore.

Dalam pesan tersebut, dia diberitahu bahwa telah terjadi kebakaran di kantor dan anaknya dinyatakan meninggal dunia.

“Dia bilang, 'Ibu, dengan berat hati kami dari PT Terra Drone, telah terjadi kebakaran di kantor, dan saat ini Raihansyah dinyatakan sudah meninggal dunia. Dan saat ini jenazah berada di rumah sakit polri. Kami mengharapkan dari keluarga Ibu untuk datang ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan identifikasi,” kata Mimi.

Sesampainya di rumah sakit, Mimi menjalani proses pengambilan sampel air liur. Dia bilang, saat itu jenazah anaknya baru bisa dibawa pulang keesokan harinya, Rabu sore.

Dia kemudian meminta izin kepada dokter untuk melihat kondisi anaknya untuk terakhir kali. Saat kain penutup dibuka, Mimi melihat darah segar masih keluar dari hidung anaknya.

Dalam momen bercerita itu, Mimi tak kuasa menahan tangis. Dia mengaku sempat melihat wajah anaknya dalam keadaan tersenyum.

“Dan Alhamdulillah-nya, saya menangisnya. Raihan itu dalam keadaan tersenyum. Kondisi Raihan tersenyum meninggalnya,” kata dia sambil menangis.

Mimi mengaku tidak menemukan tanda-tanda luka bakar pada tubuh anaknya. Dia menyimpulkan bahwa anaknya meninggal akibat menghirup racun.

Dia juga menyinggung soal keselamatan kerja di perusahaan. Mimi mengaku pernah menanyakan kepada anaknya terkait adanya simulasi kebakaran atau terkait K3 di kantor, namun anaknya tak mengetahui hal itu.

Oleh karena itu, Mimi berharap kejadian serupa tidak terulang. Dia juga berharap adanya kompensasi yang layak dari pihak perusahaan kepada keluarga korban.

“Mungkin juga terdakwa gak mengharapkan ini terjadi. Tapi kan ini juga di luar kuasa terdakwa juga. Cuma sebagai kata terakhir dari saya, ya mungkin untuk meringankan terdakwa, mungkin juga ini ke depannya, untuk lebih memperhatikan lagi masalah praktiknya,” kata dia.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN GEDUNG TERRA DRONE atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto