STOP PRESS! Setahun Pemerintahan Trump: AS Tutup Sementara Layanan Publik

Hidup Sebatang Kara di Panti Jompo

Kolumnis:
28 Desember, 2017

Mahbub (63) menderita psikotik sudah tiga tahun menghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico

Para lansia bermain catur di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

Para lansia menderita psikotik di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

Seorang lansia menderita psikotik di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

Para lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3 juga memiliki ketrampilan membuat keset. tirto.id/Andrey Gromico.

Penguhuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3 mengisi waktu dengan menonton televisi. tirto.id/Andrey Gromico.

Seorang lansia menderita psikotik di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

Seorang dokter memeriksa kesehatan lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

Kaino (80) penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3 memajang foto almarhum istri dan keluarganya di atas tempat tidurnya. tirto.id/Andrey Gromico.

Tiena Martiny, seorang penyanyi era 1960 saat ini menghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

Seorang lansia menderita psikotik di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3. tirto.id/Andrey Gromico.

"Waktu jalan," kata Chairil Anwar. "Aku tak tahu apa nasib waktu?" 


Para penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 3 Jakarta Selatan mungkin tak pernah membayangkan akan hidup seperti sekarang. Tanpa rumah pengemban memori masa kecil, tumbuh dewasa, atau kenang-kenangan membina keluarga. Di sini masa lalu boleh berlainan, tetapi kini semua senasib. Bersama mereka ada para petugas kesehatan dan penjaga rutinitas.

Di panti itu, ada 21 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 51 personil pekerja harian lepas (PHL). Setiap ruangan dijaga satu PNS dan empat orang PHL. Nyaris di setiap ruangan terdapat kamera pengawas.

Seluruh penghuni panti ini 300 orang. Karena kapasitas maksimal 240 orang, sebanyak 60 orang dipindahkan ke  panti Sasana di daerah Dukuh, Jakarta Timur, yang setiap ruangannya dihuni 30 orang. Seluruh panti sosial di Jakarta, berjumlah 23, mengalami kelebihan muatan.

Secara rutin para penghuni panti makan bersama. Fasilitas yang mereka terima antara lain televisi beserta sofa, mesin jahit, kamar mandi dalam, ruang mencuci dan menjemur pakaian. Selain itu mereka diberi pakaian, pemeliharaan kesehatan, pelayanan bimbingan rohani dan psikologis. Mereka dapat memiliih untuk belajar memainkan angklung, merajut, olahraga, sampai rekreasi. Para pengelola mendampingi dan mendukung para penghuni panti untuk berkegiatan, agar mereka tak terkena depresi.

Foto & Teks: Andrey Gromico

Keyword


Hidup Sebatang Kara di Panti Jompo