Menuju konten utama

Hasil Final AVC Nation Cup 2025: Bahrain Juara, Sikat Pakistan

Hasil final AVC Nation Cup 2025 Bahrain vs Pakistan skor akhir 3-1: wakil WAVA juara. Cek statistik laga dan klasemen akhir AVC Cup 2025 Putra.

Hasil Final AVC Nation Cup 2025: Bahrain Juara, Sikat Pakistan
Tim Voli Putra Bahrain. instagram/bahrainvolleyball

tirto.id - Hasil final AVC Nation Cup 2025 antara Bahrain vs Pakistan pada Selasa, 24 Juni di Manama, Bahrain berakhir dengan skor 3-1. Kemenangan ini memastikan sang tuan rumah menjadi juara AVC untuk pertama kalinya sekaligus memastikan lolos ke Asian Championship 2026.

Drama terjadi dalam laga penentuan juara AVC Nations Cup 2025. Meskipun Bahrain kalah 23-25 di set pertama, mereka bangkit untuk memukul Pakistan di 3 set berikutnya. Secara beruntun, tim asuhan Santiago Faidutti unggul 25-16 di set 2, lalu 25-17 di set berikutnya, dan terakhir 25-18 di set keempat.

Ini tidak hanya memberikan gelar AVC Nations Cup perdana bagi Bahrain. Gelar ini juga membuat dominasi wakil WAVA makin terasa di ajang tersebut. Dalam 5 edisi AVC Nations Cup -sebelumnya bernama AVC Challenge Cup-, 3 negara asal WAVA berhasil jadi juara, yaitu Irak pada 2018, Qatar tahun lalu, dan Bahrain pada edisi 2025.

Sebaliknya, bagi Pakistan, ini kekalahan yang menyakitkan. Pasalnya, dalam 2 edisi terakhir AVC Nations Cup, wakil CAVA ini selalu harus puas menjadi runner-up. Tahun lalu, mereka dikalahkan oleh Qatar, dan tahun ini oleh Bahrain.

Hasil Final AVC Nation Cup 2025 Pakistan vs Bahrain Skor Akhir

Dalam laga final AVC Nations Cup 2025, Bahrain memang unggul segalanya dari Pakistan. Soal attack, tuan rumah mencetak 56 angka, sedangkan lawannya 47. Dalam urusan block, kedua negara berimbang 8-8. Yang mencolok adalah serve, karena Bahrain bisa mengemas 9 ace, sedangkan Pakistan 0.

Salah satu yang juga cukup fatal bagi Pakistan di final kali ini adalah eror. Pasalnya, 25 kesalahan mereka berbuah angka untuk Bahrain. Sebaliknya, Bahrain hanya melakukan 21 eror.

Pahlawan kemenangan Bahrain di laga ini adalah opposite mereka, Mohamed Anan yang mencetak total 27 angka dalam 4 set. Ada pula Mohammed Yaqoob, sang outside hitter yang punya 20 angka.

Sebaliknya, kekuatan Pakistan melalui Usman Faryad Ali (17 angka) dan Murad Jehan (11 angka) hanya bersinar di set pertama. Dalam 3 set lain, mereka harus mengakui keunggulan Bahrain.

Pada awal set pertama, Bahrain memulai segalanya dengan apik ketika unggul 6-3. Situasi masih dalam kendali tuan rumah kala mereka mencetak 4 angka beruntun untuk skor 12-6. Bahkan, harapan Pakistan tampak makin sulit di titik 15-10.

Namun, perbedaan 5 angka itu tidak membuat wakil CAVA menyerah. Sebaliknya, tim asuhan Rahman Mohammadirad bisa menipiskan jarak jadi 15-14. Meski Bahrain masih unggul, Pakistan mulai menyeret mereka.

Momentum datang ketika Pakistan bisa unggul 19-20. Bahrain memang bisa menyamakan skor, dan bertarung hingga 22-22. Namun, setelahnya Pakistan menuntaskan set pertama dengan perbedaan 2 angka di posisi 23-25.

Situasi sebaliknya terjadi pada set kedua. Pakistan sebenarnya unggul 2-5 pada awal permainan. Namun, Bahrain melakukan comeback. Bukan cuma bisa membalikkan skor jadi 6-5. Sejak mencetak 4 angka beruntun untuk 15-12, wakil WAVA tak memberikan ruang lagi untuk Pakistan.

Salah satu momen paling masif di set kedua adalah ketika Bahrain menelurkan 6 angka tanpa putus untuk 23-15. Dengan jarak yang sudah jauh, 8 angka, mudah saja bagi mereka menutup set ini jadi 25-16.

Set ketiga sepenuhnya milik Bahrain. Mereka bisa mencetak 6 angka beruntun untuk mencapai situasi 17-8. Bahkan, Bahrain punya 8 kali kesempatan set point di titik 24-16. Set ini selesai di posisi 25-17.

Tinggal membutuhkan 1 set lagi untuk jadi juara AVC Nations Cup 2025, Bahrain tidak menunda-nunda. Set keempat sepenuhnya di tangan mereka. Hanya ada 2 momen kala Pakistan unggul, yaitu di posisi 0-1 dan 1-2. Selebihnya, wakil WAVA menuntaskan perlawanan tim asal CAVA dengan apik. Set ini disudahi dengan 25-18.

Sepanjang turnamen, Bahrain memang luar biasa. Tercatat hanya sekali mereka harus menyudahi permainan dalam 5 set, yaitu di babak semifinal saat jumpa Korea selatan. Selebihnya, kemenangan selalu 3-0 atau 3-1. Sebaliknya, permainan Pakistan di final justru anti klimaks. Beban tahun lalu belum sirna, dan mereka harus puas kembali keluar sebagai runnner-up AVC saja.

Baca juga artikel terkait BOLA VOLI atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Olahraga
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya