Menuju konten utama

Hashim Pastikan Keluarga Tak Main Proyek di Program 3 Juta Rumah

Hashim Djojohadikusumo tawarkan internet murah Arsari Group secara terbuka.

Hashim Pastikan Keluarga Tak Main Proyek di Program 3 Juta Rumah
Hashim Djojohadikusumo. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

tirto.id - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen pribadinya beserta keluarga untuk tidak terlibat dalam bisnis konstruksi pada Program 3 Juta Rumah. Meski menyadari besarnya potensi keuntungan dari pasokan material bangunan dalam proyek strategis tersebut, Hashim memastikan seluruh peluang usaha akan diserahkan sepenuhnya kepada para kontraktor dan pengusaha nasional guna menghindari konflik kepentingan.

Hashim menilai, Program 3 Juta Rumah Rakyat bisa meningkatkan permintaan atas bahan-bahan konstruksi seperti semen, mebel, kabel listrik, besi, kayu, dan banyak lagi.

“Sebetulnya saya dulu punya pabrik semen Pak Bobby [Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin]. Tapi sudah dijual tahun 2000 ... 2001, terpaksa dijual. Saya ingat-ingat ini, dengan program ini kalau saya punya pabrik semen, aduh... luar biasa. Tapi udah, sudah,” katanya dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah, di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Meski sadar keuntungan yang ada di balik kebutuhan pasokan bahan konstruksi untuk Program 3 Juta Rumah Rakyat luar biasa besar, namun keuntungan tersebut adalah untuk rakyat. Dalam hal ini, para pengusaha konstruksi atau kontraktor-kontraktor yang dapat meraupnya.

“Kita sudah sepakat, ya. Dan saya sudah sepakat, ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil, ya. Ini semua kontraktor-kontraktor, kita tidak ada kaitan,” tegas Hashim.

Namun, ia secara terbuka mengajukan permintaan kepada Bobby, agar konglomerasi yang dimilikinya, Arsari Group dapat menyalurkan internet murah ke hunian vertikal yang bakal dibangun di lahan KAI nantinya.

Sejalan dengan tawaran ini, Hashim juga bersedia untuk memberikan akses keterbukaan data kepada para pengawas keuangan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (BPKP) untuk memeriksa perusahaannya jika permintaan ini disetujui oleh KAI.

“Kecuali satu, saya selalu terbuka, internet murah Pak Bobi. Rp100.000 per bulan, bermanfaat. Mungkin saya titip nanti ya, tapi terbuka. Ya, BPK, BPKP, KPK nanti terbuka ya nantii,” kata Hashim.

Baca juga artikel terkait HASHIM DJOJOHADIKUSUMO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah