tirto.id - Pemerintah melaporkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki hari ke-12 masa operasional. Hingga awal Mei 2026, puluhan ribu jemaah Indonesia sudah diberangkatkan ke Tanah Suci dan proses layanan disebut berjalan lancar.
Kepala Biro Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, mengatakan, secara umum proses pemberangkatan hingga pergerakan jemaah berlangsung tertib dengan pendampingan petugas di berbagai titik layanan.
“Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 2 Mei 2026, kita telah memasuki hari ke-12 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji. Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar, tertib, dan terus mendapat pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” kata Hasan dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun Youtube Kementerian Haji dan Umrah RI, Sabtu (2/5/2026).
Hasan mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga Jumat (1/5/2026), sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) dengan total 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas. Adapun pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga mulai berlangsung secara bertahap.
“Jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan jumlah 7.387 jemaah dan 76 petugas kloter. Jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah umrah wajib serta persiapan menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Hasan menegaskan seluruh proses mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.
“Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah selama perjalanan,” ucapnya.
Dari sisi layanan kesehatan, lanjutnya, pemerintah mencatat ribuan jemaah telah mendapatkan perawatan. Hingga saat ini, sebanyak 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, sementara 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 125 lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 39 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pemerintah, lanjut Hasan, menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, serta pelindungan jemaah. Mereka juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah haji.
“Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi seluruh jemaah,” ujar Hasan.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































