tirto.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (19/2/2026) tercatat naik tipis. Mengutip laman resmi Logam Mulia di Butik Pulo Gadung, Jakarta Timur, harga emas batangan bersertifikat Antam naik Rp4.000 menjadi Rp2.916.000 per gram, dibandingkan dengan harga di hari sebelumnya, senilai Rp2.912.000 per gram.
Sejalan dengan hal tersebut, nilai jual kembali (buyback) emas Antam pada hari ini juga naik tipis Rp5.000. Tercatat, harga buyback oleh Logam Mulia tetap berada di harga Rp2.694.000 per gram.
Sebagai informasi, mengacu pada ketentuan perpajakan, transaksi penjualan emas batangan dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 tahun 2023. Pemungutan pajak dilakukan secara langsung saat transaksi pembelian dan berlaku untuk seluruh jenis emas batangan, mulai dari pecahan terkecil hingga gramasi terbesar.
Untuk pembelian maupun penjualan kembali emas batangan, transaksi akan dikenakan PPh Pasal 22, dengan tarif berbeda untuk pemegang NPWP dan non-NPWP. Bagi pemegang NPWP, tarif pajak ditetapkan sebesar 0,25 persen; sementara konsumen yang tak memiliki NPWP dipatok tarif 0,5 persen.
Sebagai gambaran, jika harga jual emas per gram sebesar Rp1.000.000, maka pembeli perlu membayar sebesar Rp1.002.500.
Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia hari ini:
Harga emas 0,5 gram: Rp1.508.000
Harga emas 1 gram: Rp2.916.000
Harga emas 2 gram: Rp5.772.000
Harga emas 3 gram: Rp8.633.000
Harga emas 5 gram: Rp14.355.000
Harga emas 10 gram: Rp28.655.000
Harga emas 25 gram: Rp71.512.000
Harga emas 50 gram: Rp142.945.000
Harga emas 100 gram: Rp285.812.000
Harga emas 250 gram: Rp714.265.000
Harga emas 500 gram: Rp1.428.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp2.856.600.000
Selain itu, memasuki Ramadan 2026, Antam juga menjual emas batangan "Selamat Idul Fitri" dengan gramasi 5 gram seharga Rp15.328.000. Sementara, emas batangan "Imlek" juga masih tersedia di harga Rp24.182.800 per 8 gram dan Rp263.305.600 untuk per 88 gram.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






































