Harga Acuan Batu Bara Oktober Meningkat jadi 330,97 Dolar AS/Ton

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 4 Okt 2022 11:35 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kenaikan harga batu bara Oktober ini dipengaruhi oleh ICI naik 3,63 persen, Platts naik 4,41 persen, GNCC naik 3,98 persen dan NEX naik 3,08 persen.
tirto.id -
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Harga Batu bara Acuan (HBA) pada Oktober 2022 mengalami kenaikan sebesar 11,75 dolar AS per ton menjadi 330,97 dolar AS per ton dari bulan September, yaitu 319,22 dolar AS per ton. Kenaikan HBA Oktober ini dipengaruhi oleh naiknya rata-rata indeks bulanan penyusunan HBA, yaitu ICI naik 3,63 persen, Platts naik 4,41 persen, GNCC naik 3,98 persen dan NEX naik 3,08 persen.

"Selain naiknya rata-rata indeks, negara-negara Eropa seperti Jerman, Belanda dan Belgia telah menghidupkan kembali pembangkit batu bara sebagai dampak dari pemangkasan gas oleh Rusia", kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, di Jakarta, Selasa (4/10/2022).


Faktor lain yang memengaruhi kenaikan HBA yaitu adanya kendala pasokan gas alam di Eropa. "Adanya kebocoran jaringan gas yang terjadi di Laut Baltik sehingga harga gas melonjak," ungkap Agung.

Pergerakan HBA Oktober ini merupakan yang tertinggi sejak awal tahun 2022. Karena sebelumnya terjadi pada bulan Juni, HBA terkerek hingga menyentuh angka 323,91 dolar AS ton. Faktor kondisi geopolitik Eropa imbas konflik Rusia - Ukraina serta krisis listrik di India akibat gelombang hawa panas masih menjadi faktor penggerak utama.


Setelahnya HBA cenderung fluktuatif mengalami kenaikan dan penurunan. HBA Agustus ada di angka 321,59 dolar AS per ton dan September lalu sebesar 319,22 dolar AS.

HBA sendiri merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulfur 0,8 persen, dan Ash 15 persen.


Nantinya, harga ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batubara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).


Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (musim), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.



Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.



Baca juga artikel terkait HARGA BATU BARA atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight