tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyampaikan rasa prihatin dan duka cita atas kasus tragis di Nusa Tenggara Timur (NTT) seorang siswa SD diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pena dan buku seharga Rp10 ribu. Gus Ipul menegaskan pihaknya kini memprioritaskan penguatan data dan pendampingan keluarga rentan.
"Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah," ujar dia, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, untuk menyelesaikan kasus miskin ekstrem peningkatan pendampingan dari pemerintah pusat maupun daerah harus dilakukan. Pada saat yang sama, penguatan data juga menjadi kunci untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi hingga pemberdayaan untuk keluarga miskin ekstrem.
"Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan," jelas Gus Ipul.
Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT dikabarkan mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT dan berusia 47 tahun.
Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:
“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.
Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
============
Catatan: Depresi bukan lah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































