Menuju konten utama

Gus Ipul: 106 Ribu Peserta PBI BPJS Penyakit Kronis Aktif Lagi

Penonaktifan BPJS PBI sebelumnya terjadi di tengah pemutakhiran data nasional. Kemensos pastikan bantuan PBI lebih tepat sasaran.

Gus Ipul: 106 Ribu Peserta PBI BPJS Penyakit Kronis Aktif Lagi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri rapat bersama Komdigi di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (27/8/2025). foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyatakan bahwa 106 ribu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dengan penyakit kronis yang sempat dinonaktifkan sudah direaktivasi per 10 Februari 2026. Dia menyebut penonaktifan sebelumnya terjadi di tengah pemutakhiran data nasional.

"Yang pertama ini sudah otomatis, jadi otomatis sudah direaktivasi. Jadi yang 106 ribu lebih itu sudah direaktivasi per hari ini," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/2/2026).

Menurut Gus Ipul, ke depannya bantuan PBI akan dipastikan tepat sasaran. Sehingga, saat ini pihaknya bersama Badan Pusat Statistik tengah melakukan verifikasi data lapangan dengan ground check kepada 106 ribu penerima dengan penyakit kronis itu.

“Jadi saya dan Kepala BPS menindaklanjuti hasil pertemuan kemarin di DPR untuk melakukan ground check kepada 106 ribu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan, khususnya kepada yang memiliki penyakit katastropik di mana memerlukan perawatan berkelanjutan, dan diharapkan ini nanti juga sekaligus merupakan dari proses untuk melakukan verifikasi dan validasi data,” ujar Gus Ipul

Gus Ipul menuturkan bahwa proses pemutakhiran data ini direncanakan rampung dalam dua bulan dengan melibatkan Sumber Daya Manusia pendamping program Keluarga Harapan (PKH). Adapun proses ground check dilakukan untuk memastikan penerima manfaat berada di Desil 1 sampai 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Bagi yang memenuhi syarat tentu akan tetap mendapatkan bantuan, tapi yang tidak memenuhi syarat kita sarankan nanti untuk menjadi peserta mandiri. Kira-kira begitu, akan kita rekomendasikan untuk menjadi peserta mandiri,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan upaya bersama Kemensos ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan dengan DPR.

BPS, katanya, telah menyampaikan peta sebaran 106 ribu orang tersebut, terbanyak berdomisili di Kota Palembang. Rencananya proses ground check akan melalui beberapa tahap, dimulai dengan pelatihan petugas lapangan.

“Di bulan Februari ini, kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Mensos, kami akan melakukan perencanaan pelatihan petugas, kemudian koordinasi dengan daerah terutama BPS daerah, dan tadi juga Pak Mensos menyampaikan bahwa untuk proses ground check lapangan akan dibantu juga oleh pendamping PKH dicampur dengan petugas mitra statistik dan juga pegawai BPS daerah,” katanya.

Selanjutnya, setelah menyiapkan petugas dan koordinasi dengan pemerintah daerah, ground check akan dilakukan pada minggu pertama dan kedua bulan Maret. Pengecekan dan pengolahan data ditargetkan selesai akhir bulan Maret.

“Jadi ini adalah kolaborasi yang akan sangat baik untuk mempercepat proses ground check dan pemutakhiran dari 106 ribu orang itu,” katanya.

Baca juga artikel terkait PBI BPJS KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah