Gunung Merapi Hari Ini: 40 Kali Gempa Guguran & Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 22 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini mengalami 40 kali gempa guguran dan 27 kali gempa hybrid/fase banyak.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Kamis, 22 Juli 2021 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, mengalami 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-60 mm dan lama gempa 23-60 detik.

Seperti dikutip laman magma.esdm.go.id, Gunung Merapi juga mengalami 27 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-8 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 5.7-8.2 detik dan 10 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 55-75 mm, dan lama gempa 8.1-10.4 detik.

Antara News juga melaporkan, sebelumnya Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak empat kali dengan jarak maksimum sejauh 1.200 meter ke arah barat daya. Ini terjadi pada 21 Juli 2021 mulai pukul 12.00 sampai 18.00 WIB.

Selama periode pengamatan itu, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, Gunung Merapi juga mengalami gempa guguran sebanyak 57 kali dengan amplitudo 4-17 mm selama 21-113 detik, lima kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm selama 14-25 detik.

Selain itu, juga mengalami 23 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3-22 mm selama 5.4-8 detik, dan sembilan gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 27-75 mm selama 8.7-17.2 detik.

Berikut adalah aktivitas Gunung Merapi berdasarkan pengamatan hari ini, Kamis 22 Juli 2021 pukul 06.00-12.00 WIB:


Aktivitas Gunung Merapi 22 Juli 2021

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 20-28°C. Kelembaban 64-73%. Tekanan udara 627.7-689.2 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-60 mm dan lama gempa 23-60 detik.
  • 7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm, dan lama gempa 10.5-17.7 detik.
  • 27 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-8 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 5.7-8.2 detik.
  • 10 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 55-75 mm, dan lama gempa 8.1-10.4 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight