Menuju konten utama

Kondisi Gunung Anak Krakatau Sekarang & Kapan Terakhir Meletus?

Gunung Anak Krakatau sekarang berada di level II (Waspada). Simak kondisi terkini dan aktivitasnya.

Kondisi Gunung Anak Krakatau Sekarang & Kapan Terakhir Meletus?
Gunung Anak Krakatau (kanan) dan Gunung Krakatau (kiri). ANTARA FOTO/Adam Bariq/sgd/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kondisi Gunung Anak Krakatau sekarang apakah masih aktif atau tidak? Kapan Gunung Anak Krakatau terakhir meletus?

Status Gunung Anak Krakatau saat ini berada di level II alias waspada. Secara geografis, Gunung Anak Krakatau terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Posisi geografis berada di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT.

Gunung Anak Krakatau berlokasi di Selat Sunda, tepatnya berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Gunung ini memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (MDPL). Jika menggunakan peta atau aplikasi navigasi, maka lokasi Gunung Anak Krakatau sangat mudah ditemukan.

Kondisi Gunung Anak Krakatau Sekarang

Melansir laporan MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, aktivitas Gunung Anak Krakatau hari ini Rabu, (10/12/2025), selama periode 00.00-06.00 WIB tidak ada catatan letusan.

Kendati begitu, Gunung Anak Krakatau sekarang berada di level II (Waspada). Level tersebut menunjukkan hasil pengamatan visual dan instrumental mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas. Pada beberapa gunung api dapat terjadi erupsi.

Pada level II, masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif.

Kemudian, Gunung Anak Krakatau teramati kerap meletus kecil dalam jarak beberapa bulan dengan tipe Stromboli. Letusan biasanya berupa eksplosif yang memancarkan material baru ke udara, untuk membangun tubuhnya.

Menurut catatan Kementerian ESDM, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api strato tipe A dan pernah meletus pada 29 Juni 2018 berupa letusan strombolian.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga Meletus pada 19 Februari 2017 berupa letusan strombolian. Catatan lain menunjukkan Gunung Anak Krakatau juga pernah Meletus pada 20 Juni 2016.

Gunung Anak Krakatau termasuk gunung api muda dan muncul dalam bentuk kaldera. Hal ini terjadi setelah peristiwa erupsi paroksimal tahun 1883 dari Kompleks Vulkanik Krakatau.

Sejak 1927, terjadi aktivitas erupsi pasca pembentukan Ketika tubuh gunung api tersebut masih berada di bawah permukaan laut hingga muncuk ke permukaan laut mulai tahun 1929.

PANTAUAN AKTIVITAS GUNUNG ANAK KRAKATAU

Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

MAGMA Indonesia mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau selama beberapa hari terakhir seperti data berikut ini:

Selasa, 9 Desember 2025: periode 00:00-24:00 WIB

Kawah utama Gunung Anak Krakatau teramati berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 5 meter dari puncak. Berdasarkan pengamatan kegempaan, terjadi 1 kali gempa low frequency, 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 13 mm, dan lama gempa 10 detik.

Kemudian, 1 kali gempa vulkanik dalam dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-8 mm, dominan 2 mm.

Senin, 8 Desember 2025: periode 00:00-24:00 WIB

Aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau per Senin (8/12) teramati 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 14 mm, S-P 2.9 detik dan lama gempa 13 detik.

Kemudian, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-5 mm, dominan 2 mm. Pada periode tersebut, intensitas curah hujan sebanyak 1.14 mm per hari. Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Minggu, 7 Desember 2025: periode 00:00-24:00 WIB

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Kemudian, cuaca di sekitar gunung berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut, timur, barat daya dan barat.

Pengamatan kegempaan di Gunung Anak Krakatau per Minggu (7/12) menunjukkan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-7 mm, dominan 1 mm. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 5 meter dari puncak.

Sabtu, 6 Desember 2025: periode 00:00-24:00 WIB

Per Sabtu (6/12), intensitas curah hujan di sekitar Gunung Anak Krakatau mencapai 2.15 mm per hari. Di hari tersebut, teramati 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-6 mm, dominan 0.5 mm.

Kemudian, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 5 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut, timur, barat daya dan barat.

Jumat, 5 Desember 2025: periode 00:00-24:00 WIB

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Berdasarkan pengamatan kegempaan, terjadi 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 7-14 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 5-6 detik.

Kemudian, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-5 mm, dominan 0.5 mm. Suhu udara sekitar pada Jumat periode 00.00-24.00 WIB berada di angka 23.8-30.7°C. Kelembaban 70-95%. Intensitas curah hujan 0.06 mm per hari.

Baca juga artikel terkait INFO GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo