Menuju konten utama
Biologi

Fungsi Floem, Pengertian, dan Komponen dalam Tumbuhan

Pelajari fungsi floem dan perannya pada tumbuhan. Baca artikel ini untuk pahami nutrisi dan pertumbuhan tanaman.

Fungsi Floem, Pengertian, dan Komponen dalam Tumbuhan
Diagram yang menunjukkan tanaman xilem dan floem. Mengingat fungsi floem sangat penting dalam kehidupan tumbuhan. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Fungsi floem sangat penting dalam kehidupan tumbuhan. Jaringan ini mengalirkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tanaman. Tanpa floem, pertumbuhan dan produksi buah akan terganggu.

Fungsi utama floem bukan sekadar transportasi. Jaringan ini juga menyimpan cadangan makanan dan mendukung regenerasi jaringan. Aktivitas floem langsung memengaruhi kesehatan tanaman.

Floem terdiri dari beberapa komponen penting. Sel-sel pengangkut, serabut, dan parenkim bekerja sama untuk menjaga kelancaran aliran nutrisi. Pemahaman struktur ini membantu petani dan peneliti mengoptimalkan hasil tanaman.

Pengertian Jaringan Floem

Pengertian floem adalah pembuluh tapis yang memiliki sel pengiring (companion cell) dan termasuk jaringan pengangkut atau vaskuler pada tumbuhan. Jaringan ini bertugas mengantarkan hasil fotosintesis berupa senyawa organik dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem tersusun dari dua jenis sel, yaitu sel hidup dan sel mati.

Fungsi utama floem adalah mengangkut dan mendistribusikan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Dengan adanya floem, nutrisi dapat menjangkau batang, akar, dan organ lain yang membutuhkan. Jaringan ini bekerja secara terus-menerus agar pertumbuhan dan fungsi tumbuhan tetap optimal.

Tumbuhan juga membutuhkan air, garam, dan mineral agar bisa tumbuh dengan baik. Untuk itu, mereka memiliki jaringan pengangkut khusus yang disebut jaringan vaskuler. Jaringan ini memastikan semua bagian tubuh tumbuhan memperoleh nutrisi dan mineral yang dibutuhkan secara merata.

Fungsi Jaringan Floem

Ada dua macam jaringan vaskuler atau jaringan pengangkut yang dimiliki oleh tumbuhan. Merujuk Modul Biologi Kelas XI Kemdikbud, kedua jaringan tersebut adalah:

  1. Xilem, yang fungsinya mengangkut air serta mineral dan garam dari akar menuju daun. Tersusun dari sel mati yang memiliki dinding tebal berbahan lignin. Alirannya hanya dari bawah ke atas.
  2. Floem, yang fungsinya mengangkut serta mengantarkan hasil fotosintesis yang akan jadi makanan bagi tumbuhan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Arah alirannya dari bawah ke atas dan bisa juga dari atas ke bawah.

Komponen Floem

Adapun nama unsur-unsur komponen yang menyusun floem adalah:

1. Unsur Tapis

Unsur tapis (pembuluh tapis) adalah komponen yang tersusun dari sel-sel panjang dengan ujung menyatu sehingga membentuk pembuluh. Pembuluh tapis adalah sel yang hidup. Pembuluh floem pada tumbuhan berperan sebagai pengangkut hasil fotosintesis (zat makanan) dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

2. Sel Pengiring

Sel pengiring yang disebut juga sel tetangga, adalah untaian sel hidup yang bentuknya mirip dengan parenkim. Tugasnya adalah membantu proses masuk dan keluarnya zat makanan yang melewati pembuluh tapis. Sel ini memiliki nukleus, plastida serta plasmodesmata yang bercabang.

3. Serat Floem

Serat oem adalah sel yang berfungsi sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan. Sel tersebut dapat berupa sel hidup atau sel mati.

4. Parenkim Floem

Parenkim floem adalah sel hidup yang fungsinya untuk menyimpan zat tepung, lemak serta berbagai zat organik lainnya. Bagian ini letaknya adalah pada bagian buluh tapis.

5. Sel Albumin

Sel albumin merupakan sel-sel jari-jari empulur serta parenkim buluh tapis yang memiliki zat albumin. Sel ini hanya ada pada tumbuhan Gymnospermae. Fungsi dari sel ini menyerupai sel pengiring. Kandungan sel albumin sama dengan kandungan zat putih telur.

Bagaimana Terbentuknya Floem?

Floem merupakan jaringan penting dalam tumbuhan yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tanaman. Pembentukannya terjadi melalui proses diferensiasi sel meristem yang terkoordinasi, memastikan jaringan ini mampu menjalankan fungsinya secara efektif.

1. Floem Primer

  • Floem primer terbentuk dari procambium, jaringan meristem yang terdapat pada ujung batang dan akar (apikal meristem).
  • Diferensiasi menghasilkan protophloem (awal terbentuk dan cepat matang) dan metafloem (terbentuk kemudian dan lebih tahan lama).

2. Floem Sekunder

  • Pada tumbuhan dikotil dan berkayu, kambium vaskular menghasilkan floem sekunder di arah luar dan xilem sekunder di arah dalam.
  • Floem sekunder ini berfungsi menggantikan atau menambah floem primer, mendukung pertumbuhan diameter batang dan akar.

3. Mekanisme Pengendalian Diferensiasi

  • Protein seperti SMXL3, SMXL4, dan SMXL5 berperan dalam menentukan sel meristem menjadi floem.
  • Hormon tumbuhan, terutama auksin, juga mengatur posisi dan pola pembentukan jaringan floem.
  • Kombinasi sinyal genetik dan hormonal memastikan floem terbentuk dengan struktur dan fungsi yang optimal.

4. Diferensiasi Sel Floem

  • Sel meristem berdiferensiasi menjadi sieve elements, companion cells, dan parenkim floem.
  • Struktur ini memungkinkan floem mengangkut gula dan hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
  • Pada tumbuhan berkayu, floem lama terdorong ke luar dan akhirnya mati, namun tetap meninggalkan struktur penting bagi sistem vaskular.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Materi Ajar dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan artikel tentang Materi Ajar

Baca juga artikel terkait BIOLOGI atau tulisan lainnya dari Cicik Novita

tirto.id - Edusains
Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono