tirto.id - FIFA akan melakukan investigasi resmi terhadap Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM) terkait kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Selain itu, FIFA berencana membawa kasus tersebut ke ranah pidana.
"Investigasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas pemalsuan dokumen, menilai kecukupan dan efektivitas mekanisme kepatuhan dan tata kelola internal FAM, serta menentukan apakah tindakan disiplin tambahan diperlukan terhadap pejabat FAM," kata FIFA.
FIFA merilis laporan setebal 63 halaman mengenai penolakan banding tujuh pemain naturalisasi Malaysia pada Selasa (18/11). FAM menggunakan dokumen tersebut sebagai dasar untuk mengajukan banding kembali ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
FIFA akan Investigasi Terkait Skandal Naturalisasi Pemain
FIFA akan memulai penyelidikan resmi terhadap kegiatan internal Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Langkah ini menyusul penangguhan tujuh pemain naturalisasi karena dugaan pemalsuan dokumen.
Ketujuh pemain, yang terdiri dari Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal mendapat sanksi berupa larangan bermain selama 12 bulan, serta denda sebesar 2000 Franc Swiss atau setara Rp42 juta.
Sementara itu, Asosiasi Sepakbola Malaysia juga telah dijatuhi denda sebesar 350 ribu Franc Swiss atau setara Rp7,2 milliar, setelah FIFA berhasil menemukan penggunaan dokumen palsu untuk memfasilitasi partisipasi mereka di Kualifikasi Piala Asia 2027.
FIFA telah menemukan penggunaan dokumen palsu untuk memfasilitasi partisipasi mereka di kualifikasi Piala Asia. Mereka sebelumnya tampil saat Malaysia mengalahkan Vietnam 4-0 pada Juni dalam babak kualifikasi Piala Asia 2027.
Ketujuh pemain terbukti menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan kewarganegaraan Malaysia. Fakta itu terungkap dalam penyelidikan FIFA, yang juga menyoroti bukti percakapan WhatsApp yang melibatkan pemain, seperti dilansir ESPN.
Laporan FIFA mengungkap bahwa tangkapan layar antara para pemain, yang berisi salinan akta kelahiran kakek-nenek mereka, menunjukkan bahwa mereka bukan lahir di Malaysia.
FIFA Berencana akan Pidanakan FAM
FIFA telah merilis laporan penolakan banding tujuh pemain naturalisasi Malaysia pada Selasa (18/11). FAM menggunakan dokumen tersebut sebagai dasar untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
FIFA menilai FAM tidak memiliki dasar kuat untuk mengajukan banding. Sementara itu, Komite Disiplin FIFA telah memerintahkan sekretariatnya untuk melakukan investigasi terhadap aktivitas FAM.
Melansir Reuters, FIFA berencana melaporkan kasus ini kepada otoritas di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia, setelah menemukan ketidaksesuaian data terkait asal usul kakek-nenek ketujuh pemain.
"Sangat penting bagi otoritas terkait untuk diberitahu agar penyelidikan dan proses pidana yang tepat dapat dilakukan," kata FIFA.
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Timnas Malaysia. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Ibnu Azis
Masuk tirto.id































