tirto.id - Presiden FIFA Gianni Infantino disebut tengah mempertimbangkan untuk mencabut larangan bermain bagi Rusia di semua kompetisi sepak bola. Hal ini ditanggapi dengan keras oleh Menteri Olahraga Ukraina.
Sebelumnya, tim nasional dan klub sepak bola Rusia diskors oleh FIFA dan UEFA sejak negara itu menginvasi Ukraina pada Februari 2022 lalu. Hingga kini, skors tersebut masih berlaku.
Semula skors terhadap timnas dan klub sepak bola Rusia ini dilakukan sebagai sanksi atas keputusan politik pemerintahan Putin untuk menginvasi Ukraina. Namun, pandangan ini belakangan berubah.
Infantino menyatakan bahwa "larangan ini tidak menghasilkan apa-apa" di tengah perang yang masih berlangsung.
"Hanya menciptakan lebih banyak rasa frustrasi dan kebencian," kata Infantino dikutip dari BBC, Rabu (3/2/2026)
Infantino juga menyatakan bahwa kini ia mulai mempertimbangkan bahwa dengan mengizinkan atlet Rusia bermain sepak bola di kancah dunia, mungkin lebih banyak membantu ketimbang melarangnya.
"Memiliki perempuan dan laki-laki dari Rusia yang bisa bermain sepak bola di wilayah lain di Eropa akan membantu," katanya.
Ukraina Menilai Infantino Kekanak-kanakan
Pernyataan itu kemudian mendapat respons keras dari Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi. Dalam sebuah unggahan di media sosial pribadinya, Bidnyi menyatakan bahwa pernyataan Gianni Infantino itu "terdengar tidak bertanggung jawab---untuk tidak menyebutnya kekanak-kanakan".
"Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa sejak dimulainya agresi besar-besaran Rusia, lebih dari 650 atlet dan pelatih Ukraina telah dibunuh oleh Rusia. Di antara mereka ada lebih dari seratus pesepakbola," tulis Bidnyi.
"Saya sependapat dengan Asosiasi Sepak Bola Ukraina, yang juga memperingatkan agar Rusia tidak kembali ke kompetisi internasional," tambah Bidnyi.
Menurut Bidnyi, skors atas Rusia tak boleh dicabut selama invasi terus berlangsung dan "orang-orang Rusia terus membunuh warga Ukraina dan mempolitisasi olahraga".
"Bendera dan simbol nasional mereka tidak mendapat tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan fair play," tulis Bidnyi.
Sebelumnya, Ukraina mengkritik keputusan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) yang mencabut larangan atlet Rusia dan sekutu dekatnya, Belarus, dalam ajang internasional.
Meskipun Rusia dan Belarusia telah dipastikan tak ikut serta dalam Paralimpiade Musim Dingin pada Maret mendatang, Komite Paralimpiade Nasional Ukraina menyatakan bahwa IPC telah mengizinkan Rusia dan Belarusia "mengibarkan bendera mereka yang berlumuran darah ratusan ribu orang".
Di sisi lain, skors Rusia oleh FIFA dan UEFA juga ramai dikritik oleh pemerhati sepak bola dunia karena dianggap sebagai bentuk standar ganda. Hal itu lantaran di saat Rusia diskors FIFA dan UEFA atas invasi di Ukraina, kedua lembaga itu tak menerapkan kebijakan serupa atas genosida Israel di Gaza.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































