Menuju konten utama

Fakta-Fakta Penusukan & Serangan Bom Asap di Taiwan

Simak fakta-fakta penusukan massal dan serangan bom asap di Taipei, Taiwan. Pelaku tewas saat berusaha melarikan diri dari petugas.

Fakta-Fakta Penusukan & Serangan Bom Asap di Taiwan
Foto ini, yang diambil dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Taiwan (CNA) pada 19 Desember 2025, menunjukkan salah satu pintu masuk Stasiun Utama Taipei yang dikordon karena ditutup sementara setelah serangan di stasiun tersebut. Serangan di stasiun metro di Taipei pada 19 Desember yang melibatkan bom asap dan penusukan menewaskan sedikitnya dua orang, kata seorang pejabat pemadam kebakaran kepada AFP, menambahkan bahwa tersangka juga tewas. (Foto oleh CHENG CHING-YUAN / Kantor Berita Pusat (CNA) /AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penusukan massal dan serangan bom asap terjadi di ibu kota Taiwan, Taipei pada Jumat (19/12) malam waktu setempat.

Video yang viral di media sosial menunjukkan seorang pria membawa satu pisau dan melemparkan bom asap di tengah kerumunan orang secara membabi buta.

Simak fakta-fakta mengenai peristiwa yang menggegerkan Taipei ini.

Kronologi Penusukan Massal di Taiwan

Menurut laporan Radio Taiwan International (RTI), pelaku melemparkan bom asap dan melukai beberapa orang di Stasiun Utama MRT Taipei sekitar pukul 17.30 waktu setempat (sekitar 16.30 WIB).

Setelah itu, pelaku menyerang secara massal di pusat perbelanjaan dekat Stasiun MRT Zhongshan. Insiden itu terjadi saat kedua stasiun tersebut dipenuhi penumpang selama jam sibuk di sore hari.

Walikota Taipei, Chiang Wan-an mengatakan pada wartawan, insiden pelemparan bom asap secara acak terjadi di Stasiun Utama MRT Taipei.

Tersangka kemudian bergerak ke utara, di kompleks perbelanjaan Eslite Nanxi dekat Stasiun MRT Zhongshan. Ia menyerang orang-orang secara acak dengan menggunakan bedan tajam.

Akibat serangan itu, tiga orang terluka parah dan delapa orang lainnya mengalami luka ringan. Setelah melakukan serangan, pelaku jatuh dari ketinggian, kemungkinan dalam upaya untuk melarikan diri.

Sosok Pelaku Serangan di Taiwan

Polisi mengidentifikasi tersangka adalah pria berusia 27 tahun bernama Chang Wen. Ia melakukan serangan di dua lokasi yaitu Stasiun Utama dan pusat perbelanjaan Eslite Spectrum Nanxi.

Pola serangannya sama, ia melempar bom asap terlebih dahulu sebelum melakukan penusukan massal hingga membuat orang-orang berlarian.

Polisi kemudian mengungkapkan bahwa tersangka, di antara dua lokasi kejadian, mengambil jalur bawah tanah menuju hotel tempat ia mengambil senjata tajam sebelum muncul di dekat pusat perbelanjaan.

Polisi belum menemukan kaki tangan dan sedang menyelidiki kemungkinan motifnya.

Polisi mengatakan mereka menemukan beberapa "senjata mematikan" di rumah sewa tersangka di Taipei dan kamar hotel tempat ia menginap selama tiga malam di dekat Zhongshan.

Rekaman video yang ditayangkan di jaringan televisi lokal menunjukkan tersangka mengenakan masker gas dan berpakaian hitam, menjatuhkan setidaknya dua bom asap di stasiun metro Taipei Main.

Ia kemudian terlihat di dekat Eslite dan memasuki pusat perbelanjaan sambil menyerang orang-orang yang lewat.

Polisi mengatakan bahwa tersangka dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah melompat dari lantai enam gedung perbelanjaan tersebut.

Jumlah Korban Penusukan dan Bom Asap di Taiwan

Serangan ini menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 11 lainnya, menurut kantor berita nasional dan pemerintah kota.

CNA melaporkan pada hari ini, Sabtu (20/12), ada 11 orang yang dirawat di rumah sakit, lima sudah boleh pulang, enam masih menjalani perawatan, dengan dua di unit perawatan intensif.

Chiang Wan-an mengatakan, salah satu korban adalah seorang pria berusia 57 tahun yang mencoba menghentikan tersangka di pintu keluar stasiun metro, kemudian terluka parah.

Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan mengatakan, korban menderita luka sepanjang sekitar lima sentimeter yang menembus dari paru-paru kanan hingga atrium kiri.

Seorang korban wanita mengatakan kepada EBC bahwa dia dipukul oleh tersangka di luar pusat perbelanjaan saat sedang menunggu putrinya untuk janji makan malam.

"Rasanya bukan seperti sayatan — lebih seperti dipukul. Lalu sangat sakit," kata wanita tersebut.

Ketika dia berbalik, dia mengatakan dia melihat "orang-orang tergeletak di tanah dan membutuhkan pertolongan pertama karena mereka berlumuran darah."

Baca juga artikel terkait PENUSUKAN atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya