Menuju konten utama

Entitas Merdeka Gold dan BKSDA Sulut Perkuat Cagar Alam Panua

PT GSM, anak usaha Merdeka Gold (EMAS), menjalin kerja sama dengan BKSDA Sulut dalam memperkuat fungsi kawasan konservasi di Cagar Alam Panua.

Entitas Merdeka Gold dan BKSDA Sulut Perkuat Cagar Alam Panua
Direktur Utama PT Gorontalo Sejahtera Mining Boyke P. Abidin dan Kepala BKSDA Sulawesi Utara Ir. Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si., didampingi jajaran Kementerian Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, BKSDA Sulawesi Utara, dan perwakilan manajemen GSM, seusai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama konservasi keanekaragaman hayati di Cagar Alam Panua, Rabu, 9 September 2026. foto/Dok. MDKA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS), menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Alam dalam rangka Konservasi Keanekaragaman Hayati di Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Rabu (9/9/2026).

Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Kepala BKSDA Sulawesi Utara Ir. Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si. dan Boyke P. Abidin, Direktur Utama GSM sekaligus Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk. Penandatanganan tersebut menjadi landasan awal bagi kedua pihak untuk membangun kerjasama konservasi yang lebih rinci dan terukur.

Dalam kerja sama ini, GSM akan menjadi mitra BKSDA Sulawesi Utara dalam mendukung program konservasi yang telah disepakati, baik secara teknis dan material. Prinsip ini menjadi penting agar kolaborasi konservasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kerja sama antara BKSDA Sulawesi Utara dan GSM merupakan langkah awal yang sangat baik dalam membangun kolaborasi dan komitmen bersama untuk mendukung penguatan fungsi kawasan konservasi di Cagar Alam Panua. Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan lingkungan hidup, ekologi, dan konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan kontribusi bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat,” ujar Ir. Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si., Kepala BKSDA Sulawesi Utara.

Bagi Merdeka Gold (EMAS), kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk beroperasi secara bertanggung jawab di tengah bentang alam yang memiliki nilai ekologis penting. Inisiatif ini juga sejalan dengan arah pengelolaan keanekaragaman hayati nasional, termasuk Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 yang menjadi panduan strategis dalam perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Boyke P. Abidin, selaku Direktur Utama GSM, mengatakan kerja sama dengan BKSDA Sulawesi Utara menunjukkan komitmen Merdeka Gold (EMAS) untuk menempatkan konservasi sebagai bagian dari jantung tata kelola keberlanjutan perusahaan.

“Ketika orang berbicara tentang Pani, mereka tidak hanya berbicara mengenai tambang emas. Mereka juga berbicara tentang bentang alam ini secara utuh. Karena itu, kerja sama dengan Balai KSDA Sulawesi Utara menjadi langkah penting untuk memastikan kehadiran Tambang Emas Pani dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kawasan konservasi, satwa prioritas, dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Boyke.

Menurut Boyke, penguatan konservasi di sekitar wilayah operasi juga menjadi bagian dari due diligence keberlanjutan perusahaan. “Kolaborasi yang dimulai hari ini menjadi bagian dari ikhtiar kami agar tanah ini, hutan ini, satwa ini, dan masyarakatnya tetap berdiri tegak jauh setelah tambang selesai beroperasi,” jelas Boyke.

Sebagai informasi, Cagar Alam Panua merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Gorontalo. Kawasan ini berada dalam bentang alam Sulawesi yang menjadi habitat bagi sejumlah satwa prioritas, seperti anoa, babirusa, dan maleo. Di wilayah tersebut, agenda konservasi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa, tetapi juga penguatan fungsi ekosistem, pengamanan kawasan, dan edukasi masyarakat sekitar.

Ke depan, pembahasan kerja sama akan diarahkan pada penyusunan program konservasi yang lebih konkret melalui Rencana Pelaksanaan Program (“RPP”). Lima komponen utama yang akan menjadi fokus pembahasan meliputi patroli dan pengamanan kawasan, pemulihan ekosistem, monitoring keanekaragaman hayati, pemberdayaan desa penyangga, serta edukasi dan komunikasi publik.

Salah satu agenda yang akan dikembangkan adalah ruang edukasi mengenai satwa prioritas dan bentang alam Panua bagi masyarakat sekitar. Program edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman publik bahwa konservasi keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari keberlanjutan wilayah, khususnya di kawasan yang memiliki tekanan ekologis akibat perambahan, perburuan, dan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Melalui Perjanjian Kerja Sama tersebut, Merdeka Gold (EMAS) berharap penguatan konservasi di Cagar Alam Panua dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan terukur. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan sosial di Pohuwato.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis