Menuju konten utama

Profil Malone Lam & Modus Penipuan Kripto Lebih dari US$250 Juta

Malone Lam jadi penipu kripto dengan perolehan lebih dari Rp4,3 triliun di usia 22 tahun. Ia tertangkap dan terancam hukuman 20 tahun. Simak profilnya.

Profil Malone Lam & Modus Penipuan Kripto Lebih dari US$250 Juta
Malone Lam. x/@Crypto4bailout
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Malone Lam, terduga penipu mata uang kripto asal Singapura, kini terancam hukuman 20 tahun penjara setelah menguras uang senilai lebih dari US$250 juta (sekira Rp4,3 triliun) dari para korbannya. Ia kini tengah diproses hukum di Amerika Serikat (AS). Bagaimana sosoknya dan seperti apa modus yang ia gunakan untuk melakukan kejahatan?

Sebelumnya, Malone Lam dilaporkan baru saja menjalani sidang pembelaan (plea hearing) di AS pada Rabu (9/9/2026). Seturut CNA, Lam telah mengakui perbuatannya dalam persidangan tersebut.

Dalam pernyataannya, pria berusia 22 tahun itu mengakui telah memimpin jejaring penipuan kripto dengan total nilai lebih dari US$250 juta tersebut. Lam menyebut kejahatan tersebut ia lakukan bersama komplotannya melalui sebuah kelompok bernama “Social Engineering Enterprise”.

Sejak itu, kejahatan Lam diproses berdasarkan hukum AS, seiring Lam yang kini telah tinggal menetap di negara tersebut. Di AS, kasus yang menjerat Lam turut menggunakan Undang-Undang Organisasi yang Dipengaruhi dan Korup (RICO), kerangka hukum yang umumnya digunakan untuk menjerat para bos mafia.

Kasus penipuan Malone Lam ini juga diyakini sebagai kasus terkait kripto pertama yang ditangani pengadilan AS berdasarkan kerangka hukum RICO tersebut. Lam kini menghadapi ancaman penjara 20 tahun dengan potensi hukuman penjara seumur hidup.

Siapa Malone Lam?

Pada mulanya, Malone Lam hanyalah seorang pemuda asal Singapura biasa. Ia lahir dan menjalani masa remaja di Singapura.

Seturut Hindustan Times, Lam tercatat pernah menjadi siswa Unity Secondary School di Choa Chu Kang pada 2017. Namun, Lam disebut tak lulus dari sekolah menengah karena dikeluarkan.

Setelah dikeluarkan dari sekolah itu, Lam kemudian aktif dalam komunitas gim daring dan pasar kripto. Ia disebut sangat aktif di platform Discord dan gim Minecraft.

Kemudian pada 2023, ia pindah ke AS. Di sana, Lam tercatat tinggal secara berpindah-pindah dari Miami di Florida, Los Angeles di California hingga Hamptons di New York. Kepindahan itu dilaporkan dilakukan Lam melalui Program Bebas Visa.

Selama berada di AS, Lam terus aktif dalam komunitas daring terkait gim dan pasar kripto. Dari sana pula ia memiliki kawan-kawan yang nantinya menjadi komplotan penipu.

Bersama kawan-kawannya itu, Lam mendirikan apa yang disebut sebagai “Social Engineering Enterprise” pada 2023. Kelompok itu semula beranggotakan Lam dan dua orang lainnya.

Anggota kelompok kemudian berkembang jadi belasan orang dalam bulan-bulan setelahnya. Asal anggota itu juga beragam, mulai dari California hingga Florida. Lam kemudian menjadikan kelompok “Social Engineering Enterprise” itu sebagai basis bagi aksi penipuan yang ia lakukan.

Modus Penipuan Kripto Malone Lam dan Aksi Foya-foya

Menurut jaksa penuntut di pengadilan-pengadilan sebelumnya, Malone Lam diduga telah melakukan penipuan dengan sejumlah modus. Aksi-aksi kejahatan itu disebut termasuk perampokan, pencucian uang, hingga penipuan.

Modus yang digunakan Lam dan komplotannya itu disebut bermula dari penjaringan informasi secara ilegal. Mereka diduga telah menggunakan informasi hasil peretasan untuk menengarai identitas para pemilik kripto dengan jumlah besar di AS.

Informasi itu kemudian digunakan untuk menarget korban. Lam dan komplotannya semula menghubungi pemilik aset kripto tersebut dan mengaku sebagai petugas Google atau bursa kripto.

Panggilan itu kemudian digunakan untuk memperdaya korban dengan sejumlah cara termasuk surel phising. Hal ini dilakukan mereka untuk mendapatkan informasi pribadi korban, termasuk kata sandi akun-akun penting mereka. Dari sana, aset kripto korban dipindahkan diam-diam.

Selain melakukan upaya tersebut, Lam dan komplotannya juga melakukan perampokan. Hal ini dilakukan dengan menarget rumah pemilik aset kripto dalam jumlah besar.

Lam dan komplotannya diduga telah melakukan perampokan untuk mencuri perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan aset kripto. Peristiwa ini diduga terjadi di New Mexico.

Modus itu kemudian membuat Lam dan komplotannya dapat mencuri aset kripto senilai lebih dari USD250 juta. Aset kemudian “dicuci” oleh komplotan itu menjadi uang tunai.

Oleh Lam, uang hasil pencurian itu kemudian digunakannya untuk membiayai gaya hidup mewahnya. Kekayaan yang tiba-tiba ia miliki membuatnya membeli berbagai mobil mewah hingga menyewa rumah mewah di Miami.

Selain itu, keseharian Lam juga berubah sepenuhnya. Dari pemuda biasa asal Singapura, ia jadi rajin menghabiskan uang di gemerlap kehidupan malam Amerika. Ia disebut pernah menghabiskan uang senilai USD500.000 atau sekitar Rp8,7 miliar dalam semalam di sebuah kelab malam.

Menukil Court House News, Lam dan komplotannya melakukan beberapa kali aksi penipuan pada 2024 lalu. Ia kemudian ditangkap di rumah mewah yang ia sewa pada 18 September 2025.

Baca juga artikel terkait PENIPUAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar