tirto.id - Angkatan Udara Prancis akan menjalankan misi Pégase 2026 edisi ke-7, yang memproyeksikan kekuatan udara Prancis dalam skala besar, dari 8 September hingga 15 Oktober 2026. Misi kali ini akan melalui rute baru, yang menghubungkan wilayah Arktik ke Indo-Pasifik, sebelum mencapai kawasan Timur Tengah.
Sebagai bagian dari misi ini, Pégase 2026 akan singgah di Indonesia dari tanggal 20 hingga 25 September 2026.
Prancis merupakan negara pesisir yang berdaulat di wilayah Indo-Pasifik. Sebagai kekuatan penyeimbang, Prancis berkontribusi untuk memastikan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik tetap menjadi kawasan terbuka, dengan menghormati hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara-negara.
Untuk itu, Prancis memperkuat kemitraan strategisnya di kawasan ini, terutama dengan Indonesia. Kemitraan pertahanan antara Prancis dan Indonesia berkembang pesat dan didukung di tingkat politik dan militer tertinggi, serta menghasilkan sejumlah kerja sama operasional.
Selama persinggahan misi PEGASE 2026, pesawat-pesawat Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan Indonesia akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Pada Hari Selasa 22 September 2026, akan diadakan sesi kunjungan ke pesawat Prancis yang ikut dalam Pégase 2026 (Rafale, Airbus A400M, A330 MRTT) bagi para awak media (Media Day), di pangkalan udara Halim Perdanakusuma, mulai pukul 08.30 WIB. Pada kesempatan tersebut para jurnalis akan dapat melihat pesawat-pesawat Prancis yang terparkir di pangkalan maupun yang sedang melakukan penerbangan, serta berbincang dengan para personil militer Prancis dan Indonesia.
Masuk tirto.id


































