Menuju konten utama

Basarnas Kerahkan Helikopter Dauphin Bantu Cari Jurnalis Hilang

Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara.

Basarnas Kerahkan Helikopter Dauphin Bantu Cari Jurnalis Hilang
Ilustrasi-Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) Elfien Goentoro (kiri) bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito (kanan) menahbiskan Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin secara simbolis di Hanggar Rotary Wing PTDI di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk mendukung pencarian jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan Helikopter Dauphin berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Adapun rute penerbangannya meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran.

"Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR di wilayah Gunung Anak Krakatau, Banten," kata Al Amrad dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Helikopter tersebut membawa tujuh crew on board, yaitu Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch. Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H., dan Prada Brillian Muammar.

Al Amrad mengatakan pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.

"Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR Gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," tutur Al Amrad.

Sebagai informasi, lima jurnalis hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (7/9/2026). Mereka berangkat bersama tiga awak kapal yang juga turut hilang.

Pencarian delapan korban tersebut kini memasuki hari ketiga.

Baca juga artikel terkait GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi