tirto.id - Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, viral setelah video pernyataannya yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW beredar luas di media sosial.
Dianggap meresahkan, sejumlah massa mendatangi kediamannya pada Senin (7/9/2026) malam. Abah Setu pun memberikan klarifikasinya.
Dalam video yang beredar, Abah Setu terlihat menyampaikan pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW dan menyebut pengikutnya terjebak syariat. Pernyataan tersebut kemudian dinilai sejumlah warga sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Yang disebut Muhammad itu mana sih? Orang Madinah itu?” tanya Abah Setu dalam video yang tersebar di medsos, salah satunya di akun TikTok @sahabatsurga99.
“Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dirinya sendiri,” lanjut Abah Setu dalam potongan video tersebut.
Namun, dalam klarifikasi kepada kepolisian pada Selasa (8/9/2026), Abah Setu membantah konteks yang dituduhkan kepadanya. Ia menyebut video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian isinya telah diedit atau direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kronologi Dugaan Abah Setu Hina Nabi dan Klarifikasinya
Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mendadak ramai dibicarakan netizen setelah video pernyataannya yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW beredar luas di media sosial.
Potongan video tersebut memicu keresahkan sehingga sejumlah massa mendatangi kediaman sekaligus majelis yang dipimpinnya pada Senin (7/9/2026) malam. Polisi kemudian turun tangan untuk mencegah terjadinya gesekan dan meminta warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Dalam potongan video lain yang beredar, Abah Setu terlihat menyampaikan pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW dan menyebut pengikutnya terjebak syariat. Pernyataan tersebut kemudian dinilai sejumlah warga sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Setelah ditengahi oleh para personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat, massa yang berkumpul di depan rumah Abah Setu akhirnya mau untuk membubarkan diri. Aparat juga meminta keterangan dari Abah Setu di kantor polisi.
Namun, dalam klarifikasi pada Selasa (8/9/2026), Abah Setu membantah konteks yang dituduhkan kepadanya. Ia menyebut video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian isinya telah diedit atau direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI. Ia juga menyatakan bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi," kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani, Rabu (9/9/2026).
Polisi selanjutnya menjadwalkan mediasi untuk mempertemukan pihak-pihak terkait pada Kamis (10/9/2026) hari ini di Polres Metro Bekasi.
"Ia juga menyatakan bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi," tambah AKP Aliyani.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































