Menuju konten utama

Purbaya Bantah Isu Jual-Beli Jabatan Kemenkeu Rp100 M: Itu Rumor

Purbaya menekankan pengangkatan seorang pejabat tidak diputuskan secara sepihak oleh Menkeu, melainkan usulan dan evaluasi dari pimpinan unit kerja terkait.

Purbaya Bantah Isu Jual-Beli Jabatan Kemenkeu Rp100 M: Itu Rumor
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan arahan dalam sidang Satgas Percepatan Penyelesaian Permasalahan Investasi (P2SP), Kamis (9/4/2026). Dalam sidang tersebut, Purbaya membahas penyelesaian hambatan investasi di Pulau Nipa dan KEK Galang Batang. (FOTO/kemenkeu.go.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu liar yang beredar di media sosial TikTok terkait dugaan jual-beli jabatan senilai Rp100 miliar di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Purbaya menyatakan bahwa seluruh proses rotasi, mutasi, hingga promosi pejabat di kementeriannya dilakukan secara profesional dan objektif berdasarkan kinerja atau professional based.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di hadapan para pejabat Kemenkeu dalam acara pelantikan pejabat eselon II dan III. Ia mengaku heran terhadap munculnya isu pengambilan uang untuk pengisian posisi tertentu di kementerian yang dipimpinnya.

“Terkait mutasi ini, ada isu di TikTok yang menyebutkan Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp100 miliar untuk posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Untuk memastikan kebenaran rumor tersebut, Purbaya telah mengonfirmasi langsung kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Robert Leonard Marbun. Hasilnya, isu yang beredar luas di media sosial tersebut tidak berbasis fakta.

“Saya tanya, beliau bilang tidak ada, itu rumor saja. Jadi ini betul-betul professional-based,” kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan, mekanisme tata kelola sumber daya manusia di Kemenkeu melibatkan penilaian berjenjang dan transparan. Pengangkatan seorang pejabat tidak diputuskan secara sepihak oleh Menteri Keuangan, melainkan melalui usulan dan evaluasi dari pimpinan unit kerja terkait.

“Yang menaikkan posisi bukan saya sendiri; ada yang mengusulkan, Pak Sekjen menilai, dan setiap pejabat eselon I yang ada saya tanya apakah orang tersebut cocok atau tidak. Semuanya terlibat walaupun saya panggil sendiri-sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, pemanggilan secara langsung terhadap jajaran eselon I dilakukan untuk menggali rekam jejak dan prestasi pegawai yang diusulkan.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai pilar utama pengelolaan keuangan negara. Ia mengingatkan bahwa Kemenkeu memegang kewenangan besar dalam mengelola penerimaan, belanja, pembiayaan, hingga kekayaan negara.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, kalau saya pernah menerima uang dari isu Rp100 miliar itu, pasti laku dengan cepat. Untung saya tidak pernah menerima. Integritas itu amat penting,” tuturnya.

Ia menggarisbawahi bahwa jabatan di Kemenkeu merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab dan pengawasan ketat, bukan sebuah keistimewaan.

“Oleh karena itu, tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Jabatan adalah amanah, bukan privilege. Semakin tinggi jabatan Saudara, semakin besar pula tanggung jawab dan pengawasannya,” ucap Purbaya.

Baca juga artikel terkait JUAL BELI JABATAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher