tirto.id - PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) membantah pemberitaan yang menyebutkan kantor pusat perseroan berlokasi di sebuah warung kelontong.
Corporate Secretary DADA, Meri Anggraini, mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa kantor resmi perseroan berada di dalam properti yang justru dikembangkan oleh DADA sendiri, yaitu Dave Apartment.
Adapun, Dave Apartemen ini berlokasi di Jalan Palakali, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
"PT Diamond Citra Propertindo Tbk berlokasi di area komersial Dave Lantai GF, yaitu area komersial yang juga dibangun dan dikembangkan oleh Perseroan (DADA). Dengan demikian, tidak benar bahwa kantor Perseroan berada di warung kelontong sebagaimana diberitakan," katanya dalam keterangan resmi, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (21/11/2025).
Bantahan ini disampaikan perseroan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, mengingat informasi keliru tersebut dinilai dapat mempengaruhi persepsi investor.
Meri juga menambahkan bahwa hingga saat ini, perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan maupun harga saham DADA.
Perseroan berkomitmen untuk menyampaikan setiap perkembangan material sesuai ketentuan yang berlaku melalui sistem pelaporan elektronik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebelumnya, DADA ramai diperbincangkan setelah sahamnya melonjak drastis akibat rumor akuisisi oleh The Vanguard Group AS. Dengan akuisisi itu, diisukan bahwa harganya akan melonjak menjadi Rp230.000.
Atas kabar burung itu, saham DADA pun meroket dari Rp9 di awal tahun ke level Rp178 pada Oktober 2025. Namun, di balik kenaikan ini, pengendali utama justru mengurangi kepemilikannya dari 66,23 persen menjadi 29,6 persen.
Akibatnya, 70,4 persen saham DADA kini dikuasai investor ritel, sementara harganya stagnan di level Rp50 dalam sebulan terakhir.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































