Menuju konten utama

Ekonomi RI Kuartal III 2025 Naik 5,04%, KADIN Pacu Produktivitas

KADIN soroti konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,89% dan dorong peningkatan produktivitas nasional untuk capai target pertumbuhan ekonomi 8%.

Ekonomi RI Kuartal III 2025 Naik 5,04%, KADIN Pacu Produktivitas
Bayu Priawan memberikan cindera mata saat Audiensi Bippenas Kadin Indonesia dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Republik Indonesia. (FOTO/Kadin Indonesia)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pertumbuhan ekonomi yang stabil di level 5 persen merupakan fondasi yang kuat untuk melompat menuju pertumbuhan 8 persen di tahun 2029. Indonesia harus terus meningkatkan produktivitas nasional agar pertumbuhan ekonomi bisa digenjot mengejar pertumbuhan Vietnam yang sudah lebih dahulu mencapai 8 persen sejak kuartal-II 2025.

Pada 7 Oktober Bappenas telah meluncurkan Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN). WKU Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas-Kadin Indonesia), Bayu Priawan Djokosoetono mengajak para pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis peningkatan produktivitas.

“Selama ini pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan input modal/investasi dan penambahan tenaga kerja. Berdasarkan data APO Databook 2025, kontribusi Total Factor Productivity (TFP) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir nol, sedangkan kontribusi TFP terhadap pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 8 persen apalagi China mencapai 26 persen. Mulai sekarang kita harus lebih fokus untuk bersinergi meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan 8 persen bisa kita capai secepatnya," ujar Bayu Priawan.

Pada Kuartal-III, produktivitas output PDB nominal per pekerja Indonesia rata-rata Rp 13,78 juta per bulan. 4 Sektor ekonomi dengan produktivitas PDB per pekerja yang paling tinggi adalah sektor pertambangan, dengan produktivitas pekerja 7x dibanding rata-rata.

Diikuti sektor properti dan sektor informasi & komunikasi dengan produktivitas sekitar 6x dibanding rata-rata. Urutan ke-4 adalah sektor penyediaan listrik dan gas dengan produktivitas PDB/pekerja sekitar 4x dibanding rata-rata. 4 sektor tersebut memiliki produktivitas tinggi karena bersifat padat teknologi dan padat modal, dan membutuhkan SDM terampil yang berpendidikan tinggi untuk menjalankannya.

“Indonesia harus mendorong investasi yang membawa teknologi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi, sembari memastikan alih teknologi kepada pemain lokal,” menurut Ikhwan Primanda, Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi, Kadin Indonesia.

Penyumbang ekonomi terbesar Indonesia adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi 19.15 persen terhadap PDB. Pada kuartal III – 2025, industri pengolahan/manufaktur berhasil tumbuh 5.54 persen y-o-y. PMI Manufaktur Indonesia juga sudah menunjukkan level ekspansi sejak bulan Agustus dan mencapai 51,2 pada September 2025. Primanda berharap pemerintah terus mendorong sinergi penguatan industri nasional.

“Transformasi Industri Nasional harus dilanjutkan dengan mendorong munculnya industri bahan baku, bahan antara, dan industri hilir yang bisa menyerap banyak tenaga kerja,” kata Primanda.

Pertanian sebagai sektor kedua terbesar dengan kontribusi 14.35 persen terhadap PDB Indonesia, hanya tumbuh 4.93 persen pada Kuartal-III 2025. Padahal sektor ini menyerap 28,15 persen pekerja Indonesia. Saat ini sektor pertanian produktivitasnya sekitar 0.5 dari rata-rata nasional Produktivitas PDB per pekerja.

“Indonesia harus terus mendorong modernisasi pertanian melalui inovasi dan investasi teknologi tepat guna, serta meningkatkan produksi melalui optimalisasi lahan dan pembukaan lahan pertanian dan perkebunan baru. Selain itu, perlu didorong juga sektor perikanan untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” menurut Frans Tambunan, Ketua Komite Tetap Perencanaan Pangan, Kadin Indonesia.

Sektor konstruksi yang kontribusinya 9,82 persen terhadap perekonomian hanya tumbuh 4,21 persen, sedangkan sektor real estate hanya tumbuh 3.95 persen. Primanda mengapresiasi program KUR perumahan dengan alokasi KUR Rp 130 T. Kadin berharap program KUR Perumahan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor real-estate dan konstruksi perumahan yang backward-linkage nya bisa meningkatkan 140-an jenis industri terkait, serta diperkirakan dapat menyerap hingga 9 juta pekerja,” kata Primanda.

Sektor Pendidikan mencapai pertumbuhan ekonomi 10,59 persen, tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya pada kuartal-III 2025. Pertumbuhan tinggi ini sejalan dengan data mengenai peningkatan biaya masuk sekolah pada tahun ajaran baru. Tetapi kontribusi sektor jasa pendidikan terhadap total ekonomi baru 2,74 persen, oleh karena itu Kadin mendukung kenaikan gaji guru dan dosen pada tahun 2025 ini.

”Kesejahteraan guru dan dosen sangat penting untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan, dan kenaikan gaji pendidik juga dapat membantu meningkatkan konsumsi rumah tangga, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi," menurut Sari W. Pramono, Ketua Komite Tetap Perencanaan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kadin Indonesia.

Sektor jasa perusahaan tercatat tumbuh 9,94 persen. “Pertumbuhan sektor jasa perusahaan menjadi indikasi awal meningkatnya gairah berusaha di Indonesia, semoga hal ini diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan di sektor primer dan sekunder yang terkait perusahaan-perusahaan pengguna jasa tersebut," kata Primanda.

Dari sisi pengeluaran (demand), perekonomian Indonesia tergantung pada konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 53 persen. Sayangnya pada kuartal-III 2025 konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89 persen. Kadin berharap pemerintah terus menjaga daya beli kelas menengah dan calon kelas menengah, yang menyumbang lebih dari 80 persen konsumsi rumah tangga nasional, agar permintaan barang/jasa terus meningkat.

WKU Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas-Kadin Indonesia), Bayu Priawan Djokosoetono mengapresiasi paket stimulus 8+4+5 yang diluncurkan Pemerintah dan sudah berjalan terutama mulai Oktober.

“Stimulus ekonomi 8+4+5 cukup bagus, misalnya program magang fresh graduate yang disambut 156 ribu pendaftar, tetapi Kadin juga berharap pemerintah melengkapi dengan paket stimulus pariwisata yang bisa mendorong peningkatan travelling dan menyambut Liburan Nataru 2025 nanti,” ujar Bayu Priawan.

Pertumbuhan tertinggi pada sisi pengeluaran tercatat pada aktifitas ekspor yang tumbuh 9,91 persen pada kuartal-III 2025. Kontributor utama ekspor masih komoditas lemak dan minyak nabati (tumbuh 50 persen), besi dan baja, mesin/peralatan listrik, perhiasan/permata (tumbuh 82 persen), dan kendaraan dan komponennya (hanya tumbuh 8 persen).

“Indonesia perlu meningkatkan daya saing ekspor industri mesin/peralatan listrik, kendaraan & komponennya, serta industri-industri hilir bernilai tambah lainnya,” menurut Primanda.

Kadin juga mengapresiasi belanja pemerintah yang tumbuh 5,49 persen pada kuartal III - 2025. “Semoga penyerapan anggaran pada akhir 2025 ini bisa semakin ditingkatkan, tetapi dengan kualitas penyerapan yang baik dan program-program yang tepat sasaran untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menggairahkan perdagangan sebagai sektor penyumbang PDB terbesar ketiga," ujar Bayu Priawan.

Penulis: Tim Media Servis