tirto.id - Rupiah kembali melanjutkan tren pelemahan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Pada perdagangan pagi ini, rupiah dibuka di level Rp16.917 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 45 poin atau 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Namun, data Bloomberg pada Selasa (3/3/2026) pukul 22.22 WIB menunjukkan, rupiah sempat bertengger di level Rp17.020 per dolar AS.
Menyikapi situasi tersebut, Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan Bank Sentral akan selalu siaga untuk melakukan intervensi di pasar keuangan di tengah tekanan krisis Timur Tengah. Dengan begitu, rupiah diharapkan dapat bergerak lebih stabil.
"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah," ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (4/3/2026).
Kata Destry, intervensi akan dilakukan secara tegas dan konsisten, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Tidak berhenti di situ, upaya stabilisasi mata uang Garuda juga akan dilakukan bersamaan dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder," tuturnya.
Meski begitu, pelemahan nilai tukar masih sejalan dengan gerak mata uang di regional. Bahkan, secara bulanan (month to date/MTD) rupiah melemah 0,51 persen, lebih baik dibandingkan pelemahan mata uang regional.
Kondisi rupiah yang masih lebih baik ini ditengarai terjadi karena cadangan devisa Indonesia yang tetap terjaga di level 154,6 miliar pada akhir Januari 2026.
"Dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun," tukas Destry.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang (JPY) menguat 0,12 persen, dolar Hongkong (HKD) melemah 0,07 persen, dolar Singapura (SGD) melemah 0,09 persen, dolar Taiwan (TWD) melemah 0,4 persen, dan Won Korea (KRW) menguat 0,37 persen.
Selanjutnya, Peso Filipina (PHP) melemah 0,31 persen, Rupee India (INR) melemah 0,55 persen, Yuan China (CNY) melemah 0,02 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,09 persen, sementara Baht Thailand (THB) melemah 0,42 persen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































