Menuju konten utama

Dua WNA Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Positif Hantavirus

Dua penumpang kapal pesiar MV Hondius positif hantavirus, yaitu warga AS dan Prancis. Evakuasi para penumpang di Kepulauan Canary hampir rampung.

Dua WNA Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Positif Hantavirus
Pemandangan kapal pesiar MV Hondius dari udara, yang membawa penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus, saat bersiap meninggalkan Praia, Tanjung Verde, 6 Mei 2026. REUTERS/Danilson Sequeira/File Photo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua penumpang kapal pesiar MV Hondius dinyatakan positif terinfeksi hantavirus saat proses evakuasi medis berlangsung. Mereka adalah warga negara Amerika Serikat dan seorang perempuan asal Prancis.

Seperti diberitakan sebelumnya, MV Hondius yang mengangkut 147 penumpang dan awak dari 23 negara akhirnya diperbolehkan untuk bersandar di Kepulauan Canary milik Spanyol setelah klaster penyakit pernapasan serius pertama kali dilaporkan pada 3 Mei.

Reuters pada 11 Mei 2026 melaporkan, dalam 24 jam terakhir, proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar MV Hondius memasuki tahap akhir dengan rencana pemindahan 24 penumpang tersisa pada Senin (11//5) sore dari kapal yang kini berlabuh di dekat Pulau Tenerife, salah satu wilayah Kepulauan Canary.

Otoritas Spanyol yang memimpin operasi ini menyebut bahwa langkah tersebut akan menutup rangkaian evakuasi kompleks yang telah berlangsung selama berminggu-minggu, setelah total 94 orang berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke negara masing-masing sejak kasus pertama terdeteksi.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menjelaskan bahwa dua penerbangan evakuasi terakhir akan dilakukan pada hari Senin. Penerbangan pertama akan menuju Belanda dengan membawa 18 penumpang dari berbagai negara yang tidak mengirimkan pesawat repatriasi sendiri.

Sedangkan penerbangan kedua dijadwalkan menuju Australia sekitar pukul 18.00 waktu setempat dengan membawa enam penumpang, termasuk satu warga Selandia Baru serta beberapa penumpang dari negara-negara Asia yang tidak disebutkan secara spesifik.

Setelah seluruh penumpang dievakuasi, kapal akan kembali berlayar menuju Belanda sebagai negara benderanya, dengan sekitar 30 awak kapal tetap bertahan di atas kapal untuk perjalanan tersebut. Sebelum keberangkatan, kapal terlihat sedang mengisi bahan bakar di pelabuhan Granadilla di Tenerife, menunjukkan persiapan akhir sebelum pelayaran lanjutan.

Setelah proses evakuasi selesai, kapal akan menjalani prosedur disinfeksi menyeluruh, termasuk area dalam kapal dan fasilitas medisnya. Langkah ini juga mencakup penanganan jenazah seorang warga Jerman yang meninggal dan masih berada di ruang jenazah kapal selama proses evakuasi berlangsung.

Dua Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Positif Hantavirus

Satu dari lima warga negara Prancis yang menjadi penumpang dalam ekspedisi MV Hondius mengaku mulai menunjukkan gejala sakit setelah dipindahkan ke isolasi di Paris.

Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, menyatakan bahwa pasien tersebut mulai merasa tidak sehat pada Minggu (10/5) malam dan hasil tes menunjukkan infeksi positif.

"Hasil tesnya positif," kata Menteri Kesehatan Stephanie Rist dikutip CNA,Senin (11/5/2026).

Di sisi lain, otoritas kesehatan Amerika Serikat juga melaporkan bahwa satu warga negaranya yang dievakuasi mengalami gejala ringan, sedangkan satu lainnya terinfeksi varian virus Andes.

"Satu penumpang saat ini memiliki gejala ringan dan penumpang lain dinyatakan positif ringan berdasarkan tes PCR untuk virus Andes," kata Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Wabah ini telah menimbulkan dampak serius di dalam kapal karena sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman. Selain itu, beberapa penumpang lain jatuh sakit dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus langka tersebut.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan urin, kotoran, atau gigitan hewan pengerat. Penularan hantavirus antar manusia hanya ditemukan untuk varian Andes.

Virus ini diketahui endemik di Argentina, yang menjadi titik keberangkatan kapal pada April, namun hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk penyakit tersebut, sehingga penanganan medis hanya bersifat suportif.

Meskipun situasi ini menimbulkan kekhawatiran, otoritas kesehatan berbagai negara menegaskan bahwa risiko terhadap kesehatan global tetap rendah dan tidak sebanding dengan pandemi seperti Covid-19.

Namun demikian, penyelidikan dan pelacakan kontak tetap dilakukan secara ketat di berbagai negara untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Menteri Kesehatan Prancis menambahkan bahwa sebanyak 22 kasus kontak erat telah diidentifikasi di antara warga negara Prancis, termasuk penumpang yang pernah berada dalam penerbangan dari Saint Helena menuju Johannesburg serta penerbangan lanjutan dari Johannesburg ke Amsterdam.

Salah satu korban meninggal, seorang perempuan asal Belanda, diketahui sempat berada di salah satu penerbangan tersebut sebelum kondisinya memburuk.

Baca juga artikel terkait HANTAVIRUS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra