tirto.id - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, meninjau langsung Taman Margasatwa Ragunan untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal selama periode libur Lebaran.
Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung sistem masuk pengunjung yang kini semakin praktis. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui mesin self-service, dengan metode pembayaran QRIS. Pengunjung juga tidak diwajibkan mengunduh aplikasi khusus untuk masuk ke area wisata.
"Ingin memastikan masyarakat mudah mengakses. (Pakai) kartu akses mudah, senggol dikit sudah terbuka. Ada pilihan lain, juga pakai barcode," ujar Khoirudin, Rabu (25/3).
Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting mengingat Ragunan selalu menjadi tujuan utama warga saat musim liburan. Tingginya minat masyarakat pun terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat.
Khoirudin mengaku senang melihat antusiasme warga yang memadati kawasan tersebut. Ia berharap Ragunan dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus tempat melepas penat bagi masyarakat.
Selain sebagai tempat wisata, ia menilai Ragunan juga memiliki nilai edukasi yang kuat. Dengan sekitar 2.200 satwa dari 230 spesies, pengunjung dapat belajar lebih dekat tentang dunia hewan. Ia pun memastikan kondisi kandang aman, baik untuk pengunjung maupun satwa.
“Aman (pula) buat binatangnya,” tutur Khoirudin.
Ia juga mengapresiasi upaya pengelola dalam menjaga kebersihan di tengah lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan.
“Jam 11 sudah 24 ribu (pengunjung). Luar biasa. Kebersihannya luar biasa. Tempat sampah di mana-mana, petugas terus menyapu,” kata Khoirudin.
Ke depan, ia mendorong peningkatan fasilitas agar lebih ramah bagi semua kalangan. Salah satu yang disoroti adalah kebutuhan kanopi atau area berteduh untuk mengantisipasi hujan.
"Jangan sampai masyarakat pulang dari sini kehujanan, pilek (flu). Pasang kanopi-kanopi untuk berteduh," kata Khoirudin.
Selain itu, ia juga menilai fasilitas ruang laktasi sudah memadai, namun perlu ditambah area khusus merokok agar tetap sejalan dengan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung lain.
"Kawasan tanpa rokok harus tetap dijaga. Tapi juga perlu disiapkan area khusus bagi perokok agar tidak mengganggu yang lain," tutur Khoirudin.
Menurutnya, pengelolaan ruang publik seperti Ragunan perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan pengunjung agar semua orang dapat menikmati fasilitas dengan nyaman.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































