Menuju konten utama

DPR Minta Direksi Garuda Indonesia Mundur Jika Tak Capai Target

Direksi Garuda ungkap pangsa pasar anjlok ke level 11,2 persen dari sebelumnya sebesar 11,6 persen.

DPR Minta Direksi Garuda Indonesia Mundur Jika Tak Capai Target
Petugas memeriksa kondisi pesawat saat melakukan ramp check di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa (19/12/2023). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.

tirto.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dapat kritikan menohok dari Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, terkait kinerja Garuda Indonesia, yang dianggap kurang maksimal. Menurut Mufti, jika kinerja Garuda Indonesia terus memburuk, para petinggi maskapai harus mundur.

"Kami minta roadmap yang jelas. Tahun 2026 berapa persen pangsa pasar, tahun 2027 berapa persen pangsa pasar. Kalau tidak tercapai, direksi sanggup tidak untuk mundur?" kata Mufti Anam dalam rapat bersama jajaran direksi Garuda Indonesia, di Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Mufti pun menilai Garuda Indonesia tidak menunjukkan kemajuan meski telah mendapatkan dukungan dana Rp6,65 triliun dari pemerintah. Perbaikan kinerja keuangan maupun layanan juga terlihat tidak signifikan.

Berdasarkan pemaparan data oleh direksi Garuda dalam rapat tersebut, pangsa pasar Garuda anjlok ke level 11,2 persen dari sebelumnya sebesar 11,6 persen. Penurunan ini lantaran pertumbuhan industri penerbangan nasional lebih tinggi.

Kritik lainnya muncul seiring dengan banyaknya masalah yang menimpa Garuda, bahkan Mufti menyebut tak masalah jika maskapai itu dibubarkan.

"Kalau memang tidak diselesaikan, tidak ada harapan buat Garuda, daripada memusingkan kita, membebani rakyat, juga ke rakyat tidak ada dampak secara langsung dari Garuda Indonesia, bubarkan saja," ungkap Mufti.

Dia juga menyoroti target 50 persen pasar domestik, yang dibuat Garuda Indonesia. Menurutnya, hal itu mustahil karena saat ini saja baru 11 persen pangsa Garuda menguasai pasar.

"50 persen penguasaan pasar domestik itu dicapai tahun berapa? Kami tidak mau ditipu-tipu lagi di tempat ini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Reza menyampaikan bahwa Garuda Indonesia akan menambah tujuh armada baru pada akhir tahun 2025. Saat ini, lima armada telah berhasil dibeli hingga Agustus 2025.

"Di bawah manajemen yang baru, hingga Agustus 2025, Garuda Indonesia telah menambah lima armada baru. Sehingga total kekuatan kami menjadi 78 armada. Ini merupakan penambahan pesawat terbanyak di Garuda Indonesia pasca pandemi COVID-19," kata Reza.

Kebijakan tersebut menurut Reza menjadi bagian penambahan armada Garuda Indonesia secara jangka panjang, yang akan dilakukan secara bertahap. Hal ini juga untuk memaksimalkan potensi pasar maskapai agar berfokus menjalankan program strategis yang bertumpu kepada pilar evaluasi finansial dan operasional, akselerasi kinerja dan ekspansi jaringan.

"Penambahan armada secara bertahap guna meningkatkan kapasitas produksi dan menangkap potensi pertumbuhan market," paparnya.

Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana