Menuju konten utama

DPR Lobi OKI Revisi Jumlah Muslim di RI demi Tambah Kuota Haji

DPR juga meminta pemerintah melobi negara-negara lain yang tak banyak memakai kuota hajinya.

DPR Lobi OKI Revisi Jumlah Muslim di RI demi Tambah Kuota Haji
Petugas memapah jamaah haji (tengah) berusia lanjut yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (28/6/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz.

tirto.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq, mengatakan Indonesia ingin menyurati Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait tambahan kuota haji. Dia berharap Indonesia bisa mendapatkan kuota haji hingga 250 ribu jemaah.

Hal ini dikarenakan pemerintah Arab Saudi masih memberikan kuota yang sama untuk Indonesia, yakni 221 ribu jamaah.

“Kalau kuota kan masih tetap, Arab Saudi. Kami lagi lobi nih ke OKI, agar jangan 221 ribu, kita paling tidak punya kuota 250 ribu lah ya. Kayak gitu,” kata Maman kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (13/8/2025).

“Makanya di kami, di Komisi VIII, satu, kami akan menyurati OKI, agar mereka merevisi, berapa jumlah muslim Indonesia,” imbuhnya.

Hal ini lantaran berdasarkan perhitungannya, per 1.000 jumlah orang muslim di Indonesia, merupakan 1 kuotanya.

“Karena per seribu jumlah muslim Indonesia, kita dapat satu. Memang segitu, jumlah muslim Indonesia? Kok enggak berubah-ubah dari dulu? Harusnya naik,” katanya.

Kedua, dia menuturkan pihaknya juga membuka kemungkinan untuk meminta kuota haji dari negara-negara lain yang tidak terpakai. Lalu, pemerintah Indonesia akan berkomunikasi dengan negara lain terkait itu untuk melakukan kesepakatan.

“Yang ketiga, kami mencoba mencari skema lain. Misalnya, apakah kita bisa, misalnya dalam lima tahun itu, ada satu tahun Indonesia yang mendapatkan kuota lebih banyak,” ucapnya.

Pasalnya, dia menyatakan setidaknya sebanyak lima juta calon jemaah yang mendaftar haji tiap tahunnya.

“Kenapa? Karena hari ini sekitar 5 juta yang daftar haji. Seperti itu, lalu kita bagi porsinya di beberapa daerah. Ada satu daerah yang sampai 49 tahun masa tunggu-nya. Sesuatu yang sangat lama. Di Jawa Barat aja, di dapil saya sudah 20 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan sinyal positif dari pemerintah Arab Saudi untuk memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia pada 2026. Menurut dia, isyarat itu sudah ditunjukan dan akan diumumkan pada waktu yang sudah ditentukan.

“Isyarat-isyarat awal pemerintah Saudi Arabia itu insyaallah tetap akan pertahankan minimum apa yang ada, tetapi ada usaha Saudi Arabia itu akan menambah kuota malah, menambah kuota daripada apa yang telah ditetapkan,” kata Nasaruddin dalam Konferensi Pers Penutupan Haji yang digelar di Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (15/7/2025).

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto