Menuju konten utama

DPR Akan Matikan Lampu di Atas Jam 8 Malam untuk Hemat Energi

Pembahasan terkait penghematan telah dilakukan sejak pekan lalu, mencakup berbagai aspek operasional lembaga.

DPR Akan Matikan Lampu di Atas Jam 8 Malam untuk Hemat Energi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (6/11/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI mulai menyiapkan langkah-langkah penghematan energi di lingkungan parlemen. Salah satunya dengan mematikan lampu gedung maksimal pukul 20.00 WIB pada hari-hari tanpa agenda persidangan. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian DPR RI di tengah wacana efisiensi anggaran dan energi yang juga dilakukan kementerian dan lembaga.

Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, mengatakan bahwa pembahasan terkait penghematan telah dilakukan sejak pekan lalu, mencakup berbagai aspek operasional lembaga.

“Kemudian, juga berkaitan dengan pengelolaan lingkungan kita sedang menyiapkan exercise nanti setiap hari itu jika tidak ada acara persidangan maksimum jam delapan akan seluruhnya kita akan matikan lampu, malam hari ya. Maksimum jam delapan akan dimatikan,” ujar Indra kepada wartawan, dikutip Jum’at (27/3/2026).

Indra menerangkan bahwa salah satu langkah konkret yang sudah mulai diterapkan adalah pembatasan perjalanan dinas bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DPR. Katanya, perjalanan hanya dilakukan untuk kepentingan yang dianggap mendesak.

“Kalau penghematan yang pertama, memang perjalanan-perjalanan dinas dari unsur ASN sudah kami kurangi untuk hal-hal yang sifatnya sangat urgen atau urgensitasnya tinggi,” katanya.

Selain itu, DPR juga mulai menata ulang penggunaan energi di gedung-gedung perkantoran. Indra menyebut, pihaknya sudah mendiskusikan persiapan upaya untuk penghematan di lingkungan DPR sejak pekan lalu.

“Ya kita sebenarnya minggu lalu sudah membahas dari banyak aspek gitu ya berkaitan dengan penghematan dan juga pola kerja ke depan kemungkinan ke depannya gitu ya,” ujar Indra.

Kata Indra, kebijakan ini dilakukan karena belum semua gedung DPR RI dilengkapi sistem otomatis pengelolaan bangunan atau building automatic system sehingga penghematan masih dilakukan secara manual. Termasuk, di dalamnya mematikan listrik, pendingin udara atau air conditioner (AC), dan lampu di ruang rapat yang tidak digunakan.

Tak hanya listrik, dia juga menyebut DPR RI juga tengah mengkaji pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan operasional. Meski demikian, perhitungan dampak penghematannya belum dilakukan secara kuantitatif.

“Ke depan, ini sedang masih dilakukan exercise belum bisa saya sampaikan. Sedang kami exercise untuk pengurangan-pengurangan BBM pada kegiatan-kegiatan. Jadi, kami belum menghitung secara kuantitatif, tapi langkah ke sana sudah sudah kita persiapkan dari minggu-minggu sebelum lebaran,” tutur Indra.

Di sisi lain, Indra memastikan aktivitas DPR tetap berjalan meski sebagian anggota sedang berada di daerah pemilihan (dapil). Masa sidang tetap berlangsung, dengan sejumlah agenda yang dijadwalkan mulai aktif kembali pada awal pekan depan.

Baca juga artikel terkait DPR RI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi