Menuju konten utama

Digital Realty Bersama Perkuat Infrastruktur Digital di Era AI

Digital Realty Bersama terus berupaya memperkuat infrastruktur digital nasional, terutama data center, untuk menopang kebutuhan tinggi di era AI.

Digital Realty Bersama Perkuat Infrastruktur Digital di Era AI
(Kiri-kanan) Andha Yudha Permana, Director of Business & Commercial DRB, dan Krishna Worotikan, Chief Financial Officer Digital Realty Bersama (DRB) di fasilitas data center CGK11 milik DRB, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026). (Dok: Merlina Aryanti/Tirto).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pertumbuhan pesat kecerdasan buatan (AI) mendorong kebutuhan infrastruktur digital yang semakin kompleks dan berdaya saing tinggi. Dalam konteks ini, pusat data (data center) tidak lagi sekadar fasilitas penyimpanan, melainkan “dapur” utama penopang operasional teknologi digital modern.

Hal itu mengemuka dalam Media Gathering eksklusif yang digelar Digital Realty Bersama di Jakarta, pada Rabu (22/4/2026).

Melalui forum tersebut, Digital Realty Bersama kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional melalui layanan colocation, interkoneksi, hingga konektivitas global.

Digital Realty Bersama merupakan joint venture antara Digital Realty, operator pusat data global yang memiliki lebih dari 300 fasilitas di 50 negara, dengan Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA). Kombinasi ini memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur berstandar internasional di tanah air.

Di Jakarta, perusahaan mengoperasikan dua fasilitas utama, yakni CGK10 dan CGK11, yang saling terhubung melalui jaringan fiber optik ganda. Infrastruktur ini dirancang untuk menghadirkan konektivitas tinggi, skalabilitas, serta keandalan operasional.

Perusahaan mencatat telah mencapai uptime 100 persen sejak 2021 lalu dengan sertifikasi hingga Tier IV, standar tertinggi pusat data yang menjamin tingkat ketersediaan hingga 99,995 persen.

Selain infrastruktur fisik, Digital Realty Bersama menyiapkan platform interkoneksi bernama ServiceFabric yang dijadwalkan meluncur pada semester II 2026.

Menurut Business and Commercial Director Digital Realty Bersama, Adha Yudha Permana, platform ini memungkinkan pelanggan menghubungkan data, aplikasi, dan jaringan lintas lokasi secara cepat dan fleksibel.

“ServiceFabric memungkinkan konektivitas antara infrastruktur lokal dengan hub internasional hanya dalam hitungan menit,” kata Yudha.

Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, menambahkan bahwa lonjakan penggunaan AI menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan data center. Menurut dia, beban kerja AI membutuhkan daya komputasi hingga 10 kali lebih besar dibandingkan komputasi tradisional.

“AI itu sangat personal, seperti internet dan ponsel. Tapi di balik itu, ada infrastruktur besar yang bekerja. Di situlah peran data center,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan daya juga diiringi tantangan panas berlebih pada server. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan mengadopsi teknologi pendingin cair (liquid cooling), yang dinilai lebih efektif dibanding sistem pendingin konvensional.

Selain itu, konsep interkoneksi kini berkembang dari sekadar jaringan titik-ke-titik menjadi ekosistem “fabric” yang menghubungkan banyak titik sekaligus. Model ini memungkinkan pertukaran data secara simultan antar berbagai platform, termasuk cloud dan aplikasi global.

Digital Realty Bersama juga terhubung dengan lebih dari 190 data center di Asia melalui jaringan globalnya. Hal ini memungkinkan perusahaan lokal memperluas bisnis ke luar negeri, sekaligus mempermudah perusahaan global masuk ke pasar Indonesia.

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada 2026, kebutuhan akan infrastruktur yang andal dan terhubung secara global kian mendesak. Dalam konteks ini, data center tak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga infrastruktur strategis yang menentukan daya saing ekonomi digital nasional.

Baca juga artikel terkait AI atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Addi M Idhom