Dibanding Binatang Lain, Kepintaran Anjing Ternyata Biasa Saja

Oleh: Febriansyah - 6 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Kognisi (kemampuan berpikir) anjing tidak terlihat luar biasa,” tulis Lea.
tirto.id - Nama Hachiko mungkin sudah tidak asing di telinga. Mendengar namanya, kita akan teringat dengan seekor anjing setia di film Jepang yang menunggu majikannya pulang kerja. Hingga suatu saat majikannya mati, Hachiko masih menunggu dengan penuh harap di stasiun.

Cerita hampir serupa dialami oleh Sully, anjing layanan yang menemani Gerge H. W. Bush semasa hidupnya. Ia tidur di samping peti mati Presiden Amerika Serikat yang ke-41 itu kemarin. Seolah Sully merasakan kehilangan yang begitu dalam.

Anjing-anjing peliharaan itu mencuri perhatian majikannya sepanjang waktu sebagai binatang yang pintar. Mereka dipercaya menunjukkan kecerdasan seperti manusia. Mereka patuh pada perintah, penurut dan selalu mengerti apa yang harus ia kerjakan.

Tapi, anjing ternyata tidak benar-benar pintar seperti kelihatannya. Penelitian Stephen E.G. Lea mengatakan anjing ternyata binatang yang tidak pintar-pintar amat.

Dalam penelitan yang diterbitkan Jurnal Learning & Behavior dengan judul In what sense are dogs special? Canine cognition in comparative context ini, Lea mengatakan secara kognisi (kemampuan berpikir) anjing tidak luar biasa dan cenderung biasa saja.

Penelitian ini berdasar tiga kategori yaitu filogenetis, ekologis, dan secara antropogenik. Ketiga kategori itu mengukur cara berpikir anjing sebagai karnivora, sebagai binatang pemburu, dan sebagai hewan domestik. Menurut Lea, pengenalan kognisi anjing, paling tidak harus melibatkan ketiga kategori tersebut.

“Kami mencakup kognisi sensorik, kognisi fisik, kognisi spasial, kognisi sosial, dan kesadaran diri. Lalu dengan perbandingan binatang peliharaan lain seperti kucing, simpanse, serigala, hyena, lumba-lumba, merpati dan macan. Kami menyimpulkan bahwa kognisi anjing dengan mempertimbangkan dan membandingkannya dengan kognisi kelompok binatang tersebut, kognisi anjing tidak terlihat luar biasa,” tulis Lea.

Sebagaimana dilansir New York Times, Lea mengatakan dibandingkan dengan binatang lain seperti lumba-lumba dan simpanse yang mempunyai kelihaian dalam memperdaya rayap, anjing ternyata tidak bisa melakukan hal itu.

Ia juga menjelaskan, tugas-tugas rumit yang biasanya dikerjakan anjing ternyata juga dapat dilakukan oleh kuda dan merpati pos (burung merpati yang dilatih mengirimkan surat).

Ia menyatakan, merpati pos juga dilatih untuk terbang pulang-pergi, terkadang melintasi ratusan mil dari medan yang tidak dikenalnya.

“Saya tidak bisa langsung mengatakan burung merpati adalah binatang yang luar biasa pintar, tapi ketika kamu bisa menjangkau 1.000 mil dalam perjalanan, aku percaya bahwa merpati berada di atas kepintaran anjing,” jelas Lea seperti dikutip dari New York Times.

Begitu juga dengan kucing yang banyak memiliki kesamaan dengan anjing. Mieshelle Nagelschneider, seorang peneliti behaviour kucing mengatakan bahwa kucing memiliki kecerdasan tinggi, dan mereka telah berevolusi selama ribuan tahun.

Tapi, Lea dalam penelitian tersebut menegaskan bahwa mereka tidak mencoba mengatakan bahwa anjing itu bodoh. Tapi mereka hanya ingin menunjukkan anjing tidak terlalu istimewa dengan binatang lainnya.

"Kami tidak mencoba mengatakan anjing itu bodoh. Kami hanya tidak berpikir mereka luar biasa,” katanya.


Baca juga artikel terkait ANJING atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani