Menuju konten utama

Detik-Detik Atap MTs di Sragen Roboh & Update Jumlah Korban

Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sragen roboh saat KBM berlangsung, 7 siswa dan 1 guru terluka. Bangunan dibangun 1978, kayu atap diduga sudah lapuk.

Detik-Detik Atap MTs di Sragen Roboh & Update Jumlah Korban
Ilustrasi bangunan roboh. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Suasana kegiatan belajar mengajar di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mendadak berubah mencekam setelah atap ruang kelas VII roboh saat pelajaran berlangsung, Selasa (12/5/2026) pagi. Insiden itu menyebabkan tujuh siswa dan satu guru terluka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.

Para korban langsung dievakuasi ke RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSI Amal Sehat untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan siswa lainnya dipulangkan lebih awal guna menghindari trauma dan mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.

Peristiwa tersebut diduga dipicu kondisi bangunan sekolah yang sudah tua dan lapuk. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, gedung sekolah dibangun sejak tahun 1978 dan terakhir direnovasi pada tahun 2000.

Kayu penyangga atap disebut sudah rapuh sehingga tidak mampu lagi menopang struktur bangunan saat proses belajar mengajar berlangsung. Polisi kini melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ambruknya atap sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan gedung sekolah.

Fakta-fakta Atap MTS di Sragen Roboh & Jumlah Korban

Berikut fakta-fakta yang terungkap dalam insiden robohnya atap MTS Muhammadiyah 4 di Sragen, Jawa Tengah.

1. Atap kelas roboh saat pelajaran berlangsung

Atap ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan ambruk pada Selasa pagi, 12 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Saat itu siswa tengah mengikuti pelajaran Bahasa Inggris bersama guru mereka.

2. Delapan orang menjadi korban

Insiden tersebut menyebabkan tujuh siswa dan satu guru terluka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan. Para korban mengalami luka di kepala, pundak, kaki, hingga sesak napas karena syok dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

3. Satu siswa mengalami patah kaki

Dari seluruh korban, satu siswa mengalami cedera paling serius berupa patah atau retak tulang kaki hingga harus menjalani operasi di rumah sakit. Korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang dan masih menjalani observasi medis.

4. Korban mengaku tidak ada tanda-tanda sebelum atap roboh

Sejumlah siswa menyebut atap ambruk secara tiba-tiba tanpa suara atau tanda kerusakan sebelumnya. Karena kejadian berlangsung mendadak, sebagian besar siswa tidak sempat menyelamatkan diri dari reruntuhan.

Polisi menduga penyebab utama robohnya atap berasal dari kondisi bangunan yang sudah tua. Gedung sekolah diketahui dibangun tahun 1978 dan terakhir direnovasi pada tahun 2000. Kayu penyangga atap disebut sudah lapuk dan tidak layak pakai.

5. KBM dihentikan sementara dan siswa dipulangkan

Setelah kejadian, pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM). Para siswa dipulangkan lebih awal untuk menghindari trauma serta mengantisipasi kemungkinan kerusakan pada bangunan lain di area sekolah.

6. Muhammadiyah akan tanggung perbaikan atap tanpa bebani wali murid

Ketua komite sekolah, Agus Anwar Rosyidi, menyatakan biaya renovasi pasca ambruknya atap kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan tidak akan dibebankan kepada orang tua siswa, melainkan ditanggung internal Muhammadiyah melalui dukungan PDM, PWM, PP Muhammadiyah, serta Lazismu. Renovasi tiga ruang kelas diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp300-400 juta.

Baca juga artikel terkait BANGUNAN ROBOH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra