Menuju konten utama

DEN Wanti-wanti Pemerintah Waspadai Perlambatan Ekonomi Cina

Pada kuartal III 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) Cina hanya tumbuh 4,8 persen, melambat dari kuartal sebelumnya yang masih sebesar 5,2 persen.

DEN Wanti-wanti Pemerintah Waspadai Perlambatan Ekonomi Cina
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/11/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meminta pemerintah untuk mewaspadai pelambatan ekonomi Cina. Pasalnya, Cina merupakan salah satu mitra dagang terbesar RI yang dinamika perekonomiannya dapat berdampak terhadap Indonesia.

“Dari Cina, ini sesuatu yang kita khawatirkan karena Cina itu adalah partner utama kita dari sisi perdagangan internasional maupun FDI (Foreign Direct Investment/Penanaman Modal Asing). Ada tiga risiko yang harus kita antisipasi daripada ekonomi Cina,” ujar Anggota DEN, Mochammad Firman Hidayat, dalam Indonesia Economic Outlook 2025, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (24/11/2025).

Sebagai informasi, pada kuartal III 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) Cina hanya tumbuh 4,8 persen, melambat dari kuartal sebelumnya yang masih sebesar 5,2 persen.

“Karena domestic demand-nya melambat, Bapak, Ibu bisa lihat consumer confidence index (indeks kepercayaan konsumen) Cina, konsumernya tidak pernah kembali ke level optimis sejak pandemi (Covid-19),” sambung Firman.

Pun, dari sisi investasi properti juga terus mengalami perlambatan atau bahkan terkontraksi. Sebagai salah satu mitra dagang utama, kondisi ini jelas akan berpengaruh pada kinerja ekspor Indonesia.

Di sisi lain, Cina mengalami produksi berlebih atau over production. Masalahnya, dibandingkan dengan negara-negara lain yang memproduksi barang serupa, harga produk yang ditawarkan Cina jauh lebih murah, khususnya jika sudah masuk ke pasar Indonesia.

“Masalahnya, ini adalah produk-produk yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan produk-produk di dalam negeri. Ketika ini banjir ke Indonesia, ini bisa berdampak ke industri domestik. Jadi, kita perlu awasin gitu ya, dampak membanjirnya impor Cina ke Indonesia,” tuturnya.

Ketiga, ada risiko aliran modal keluar imbas fregmentasi global atau perpecahan geopolitik.

“Cina sekarang lebih in world looking policy-nya, termasuk dari sisi FDI-nya. Padahal, sekali lagi Cina merupakan salah satu sumber FDI kita yang kecenderungannya terus mengalami perlambatan,” ujar dia.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana