Menuju konten utama

Demo Guru Madrasah di Gedung DPR, Polisi Kerahkan 1.060 Personel

Seluruh personel pengamanan diklaim tidak bersenjata api dan akan mengedepankan pendekatan humanis.

Demo Guru Madrasah di Gedung DPR, Polisi Kerahkan 1.060 Personel
Personel kepolisian tengah bersiap melakukan pengamanan aksi unjuk rasa guru madrasah di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). FOTO/Dokumentasi Polres Jakpus.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aksi unjuk rasa akan digelar Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di depan Gedung DPR/MPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta polsek jajaran menerjunkan 1.060 personel untuk mengawal demonstrasi.

"Sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan untuk memberikan pelayanan agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).

Dia bilang, seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional. Reynold menegaskan, kehadiran aparat semata-mata untuk melayani masyarakat serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujar Reynold.

Sebelum pelaksanaan aksi, kata Reynold, Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan telah dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. TWG merupakan langkah antisipasi serta pemetaan potensi dinamika massa di lapangan.

Reynold memastikan, seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis. Di sisi lain, dia juga mengimbau para orator dan peserta aksi agar tetap tertib, tidak memprovokasi massa lain, tidak menutup jalan umum, serta tidak melakukan tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.

"Diimbau agar massa aksi tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban," tutur Reynold.

Selain itu, Reynold mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI diimbau tidak terpancing provokasi. Bagi pengguna jalan, kata dia, kepolisian menyarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.

“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Reynold.

Baca juga artikel terkait DEMO DI DPR atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah