Menuju konten utama

Data Polri: Jelang Tengah Malam Rawan Pencurian dengan Kekerasan

Polri juga merinci berbagai titik lokasi yang menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan.

Data Polri: Jelang Tengah Malam Rawan Pencurian dengan Kekerasan
Anggota Komisi Percepatan Reformasi Listyo Sigit Prabowo berjalan usai memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberikan peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada jam-jam tertentu di malam hari. Berdasarkan data evaluasi kepolisian yang dipaparkannya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR RI pada Senin (26/1/2026), mayoritas tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi menjelang tengah malam.

Dalam paparannya, Listyo menegaskan bahwa Polri memberikan perhatian serius pada jenis kejahatan yang bersentuhan langsung dengan rasa aman publik.

“Polri tentunya juga fokus terhadap kasus-kasus yang meresahkan masyarakat. Salah satunya adalah kasus-kasus yang terkait dengan tindak pidana curas. Kami menangani 5.395 kasus dan menyelesaikan 2.939 kasus, khususnya curas yang terjadi di jam yang paling rawan antara pukul 21.00 sampai dengan 23.59,” kata Listyo di dalam Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Selain memetakan waktu kejadian, Listyo juga merinci berbagai titik lokasi yang menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan. Pemetaan ini mencakup wilayah pemukiman hingga area publik yang sering luput dari pengawasan.

“Lokasi-lokasi rawan ada di jalan umum, rumah, pertokoan, persawahan, tempat parkir, SPBU, dan seterusnya,” sebutnya.

Untuk menekan angka kriminalitas ini, Listyo mengatakan Polri telah mengaktifkan berbagai program patroli pencegahan dan dialog langsung dengan warga. Strategi ini melibatkan unit-unit taktis di lapangan guna menjamin kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk-bentuk lain seperti Jumat Curhat dan Minggu Kasih. Dalam kegiatan ini Polri berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi, menerima keluhan, menyelesaikan masalah, termasuk melaksanakan berbagai macam kegiatan patroli, patroli perintis kota, patroli perintis presisi,” jelas dia.

Listyo menambahkan, di tingkat kewilayahan, Polri juga mengandalkan peran anggota yang berada di garis depan untuk melakukan deteksi dini. Dia menyebutkan bahwa keberadaan Polisi RW dan petugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi kunci utama.

“Polri melakukan kegiatan Kamtibmas dengan mengedepankan komunitas polisi. Antara lain yang dilakukan adalah bagaimana Polri melibatkan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan untuk terlibat dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif,” kata dia.

Baca juga artikel terkait KRIMINALITAS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi