tirto.id - Aldo Riski Saputra (16), siswa kelas 2 SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, Jawa Timur, pernah putus sekolah dan bekerja sebagai tukang las. Kini, ia kembali menempuh pendidikan untuk meraih cita-citanya bekerja di Jepang.
Sejak usia muda, Aldo sudah terbiasa bekerja. Ia menguasai berbagai pekerjaan pengelasan, mulai dari membuat pagar, teralis, kanopi, hingga rak makanan. Namun, sebelum kembali bersekolah, perjalanan hidupnya sempat diwarnai pergaulan yang kurang baik.
Saat masih duduk di kelas 2 SMPN 2 Sampung, Ponorogo, Aldo kerap membolos dan melanggar aturan sekolah hingga akhirnya harus keluar dari sekolah formal.
"Waktu itu salah pergaulan. Ikut-ikut teman yang enggak teratur, nongkrong, merokok," kenang Aldo lirih saat ditemui di Ponorogo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Putus sekolah membuat Aldo beralih ke dunia kerja. Ia menghabiskan hampir enam bulan bekerja di bengkel las tetangganya, sebelum merantau ke Mojokerto dan Malang untuk membantu memasang banner.
Kemampuan mengelas yang dimilikinya dipelajari secara otodidak dengan dukungan peralatan yang terbatas.
"Sering kecolongan (percikan api las). Sampai mata bengkak dan enggak bisa melihat. Ada tiga kali lebih kayak begitu," ujarnya.
Kemampuan Aldo dalam mengelas berkembang cukup cepat. Ia mampu membuat berbagai konstruksi besi, mulai dari pagar, teralis, hingga rak makanan. Dari pekerjaan tersebut, Aldo mulai memperoleh penghasilan sendiri. Dalam satu minggu mengerjakan proyek pagar, ia bisa mendapatkan sekitar Rp600 ribu. Sementara dari pembuatan rak makanan selama dua hari, ia memperoleh Rp250 ribu. Ia juga sempat membantu saudaranya memasang banner di sejumlah daerah.
Penghasilan tersebut cukup berarti bagi Aldo. Namun, ia menyadari bahwa bekerja bukan tujuan akhirnya. Di tengah kesibukannya, ia tetap ingin melanjutkan pendidikan.
Kesempatan itu datang ketika salah seorang saudaranya mengenalkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo. Aldo kemudian memutuskan mendaftar dan kembali melanjutkan sekolah.
Keputusan tersebut membuatnya harus meninggalkan penghasilan yang sebelumnya diperoleh dari pekerjaan mengelas. Kini, Aldo kembali menjadi siswa kelas 2 SMP di SRT 5 Ponorogo.
"Rasanya ya beda, biasanya pegang uang sekarang enggak. Tapi di sini semua sudah dipenuhi. Makan, alat mandi, perlengkapan, semua komplit. Kayak ada yang menjaga," kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Saat ditanya alasan kembali bersekolah, jawaban Aldo singkat, "Mau perbaiki masa depan."
Menurutnya, pendidikan penting untuk mendukung keterampilan yang telah dimiliki sekaligus memperluas peluang kerja di masa depan.
Bermimpi ke Negeri Sakura
Di SRT 5 Ponorogo, Aldo perlahan menata kembali hidupnya. Kebiasaan buruk Di SRT 5 Ponorogo, Aldo mulai menjalani kehidupan yang lebih terarah. Ia meninggalkan kebiasaan merokok dan membolos, serta aktif mengikuti kegiatan sekolah. Ia menyukai pelajaran IPS dan olahraga, khususnya bola voli dan bulu tangkis. Aldo juga sempat terpilih mengikuti seleksi kontingen Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur, meski akhirnya batal berangkat karena terkendala batas usia.
Kemampuan mengelas yang dimiliki Aldo turut mendapat dukungan dari sekolah. Pihak sekolah berencana menyediakan bengkel las sederhana sebagai sarana bagi Aldo untuk mengembangkan keterampilannya sekaligus berbagi pengetahuan dengan teman-temannya.
"Ingin lanjut SMA, terus pengen sekolah bahasa. Belajar Bahasa Jepang," kata remaja yang gemar menonton anime dan Ninja Hattori ini.
Aldo melihat peluang kerja di Jepang cukup terbuka bagi tenaga terampil, termasuk di bidang pengelasan. Karena itu, ia ingin melanjutkan pendidikan, mempelajari Bahasa Jepang, serta meningkatkan keterampilannya agar dapat bekerja di negara tersebut.
Di balik cita-cita itu, Aldo memiliki tujuan sederhana, yakni membahagiakan kedua orang tuanya.
"Cita-cita saya ingin menyenangkan kedua orang tua saja. Bisa memberangkatkan haji," pungkasnya dengan mata berbinar.
Dari pekerjaan mengelas hingga kembali ke bangku sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, Aldo membuktikan bahwa keputusan untuk mengubah arah hidup dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































