tirto.id - Kantor Bupati Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu bangunan fasilitas publik yang terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah itu pada Sabtu (15/8/2026). Bangunan kantor tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap dan retak di beberapa bagian ruangan. Pada hari ke-16 pascagempa Flores, aktivitas perkantoran Pemkab Sikka mulai pulih, namun belum sepenuhnya berjalan normal.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menggelar aktivitas perkantoran di tenda BPBD di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (31/8/2026) pagi. Sebelumnya, usai bangunan kantor rusak akibat gempa, aktivitas perkantoran berlangsung di Posko BPBD Sikka. Tujuh unit tenda berlogo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didirikan di halaman depan Kantor Bupati berlokasi di Jalan El Tari Kota Maumere.
Di hari pertama aktivitas perkantoran pascagempa, tampak para pegawai sudah mulai melayani masyarakat yang datang dengan berbagai keperluan pelayanan publik. Kurang lebih ada 11 Bagian Setda Sikka serta Badan Kepegawaian Daerah yang melayani masyarakat dengan berkantor sementara di tenda BPBD di halaman Kantor Bupati Sikka.
Kabag Protokol Setda Sikka, Gunterus J. Eka Parera mengatakan, saat ini Bupati dan Wakil Bupati Sikka masih berkantor di tenda karena status Kantor Bupati Sikka sesuai dengan hasil asesmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih dalam kategori pemakaian terbatas.
Dia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan berkantor di tenda BPBD. Sementara kerusakan untuk Kantor Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka berupa kerusakan dinding ruang kerja yang mengalami banyak keretakan, lalu toilet juga mengalami keretakan yang cukup banyak. Lalu, plafon bangunan hanya pada bagian toilet jebol.
“Terlalu riskan untuk berkantor di bangunan utama apalagi ruangan Bupati dan Wakil Bupati Sikka berada di lantai 2 gedung. Pada lantai 2 gedung, Bagian SDA Setda Sikka yang berada di sisi utara kantor Bupati Sikka, itu mengalami kerusakan berat di mana ada selisih antara tiang bangunan dan dinding bangunan cukup besar,” ungkapnya.
Pantuan kontributor Tirto di lokasi, pada salah satu bangunan tenda tampak Bagian Hukum Setda Sikka melayani perangkat desa yang datang berkonsultasi terkait peraturan desa (Perdes) di dalam tenda pleton BPBD. Pada satu tenda pleton, dibagi dua bagian kantor lingkup Setda Sikka, selain Bagian Hukum, tampak pula Bagian Administrasi Pembangunan berkantor di dalam tenda tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Hukum Setda Sikka, Yosef Nong, mengatakan sesuai dengan hasil asesmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kami di sisi kiri bagian utama dari Kantor Bupati Sikka, secara struktur bangunan mengalami rusak sedang sehingga dari hasil asesmen tersebut, tidak direkomendasikan untuk dilakukan aktivitas full, aktivitas perkantoran hanya terbatas.
Dengan hasil asesmen Kementerian PU itu lalu ditambah para pegawai juga masih khawatir akan terjadi gempa susulan, kami bersama bagian-bagian lain di Setda Sikka memilih untuk berkantor di tenda pleton BPBD di halaman kantor Bupati Sikka.
Ia juga mengatakan tidak hanya 11 Bagian Setda Sikka yang berkantor di tenda, Bupati dan Wakil Bupati Sikka pun berkantor di tenda BPBD di halaman Kantor Bupati Sikka.
Yosef Nong mengatakan aktivitas perkantoran tersebut akan berlangsung sampai dengan masa tanggap darurat selesai yakni 11 September 2026 lalu akan dievaluasi kembali.
“Untuk Bagian Hukum Setda Sikka, rata-rata semua plafon jebol, terus sebagian dinding dan tiang struktur bangunan retak, sehingga membuat kami tidak berani berkantor di gedung,” ungkap Yosef Nong.
Ia mengatakan, pihaknya melayani masyarakat untuk asistensi Perdes, konsultasi-konsultasi hukum dan urusan hukum lainnya, semuanya akan berlangsung di tenda darurat. Satu tenda dua bagian kantor.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, dihubungi, Minggu 30 Agustus 2026 mengakui aktivitas perkantoran dimulai hari ini, Senin.
"Kami akan berkantor di tenda-tenda. Terlalu riskan juga beraktivitas di dalam gedung ketika misalnya terjadi gempa susulan,” kata Simon Subandi, Minggu malam.
Sebelumnya Bupati Sikka, Juventus, mengakui bangunan kantor bupati rusak berat di dalam gedung. Kerusakan gedung pemerintahan itu juga sudah disampaikan kepada Kepala BNPB, Menteri Dalam Negeri dan Wakil Presiden yang datang ke Maumere pascagempa.
Sementara di lokasi kantor dinas dan badan yang lain yang gedungnya masih kokoh berdiri, semisal di Dinas Sosial Sikka, Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM, para pegawai sudah hadir di sana melakukan aktivitasnya.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































