Menuju konten utama

BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Bertambah 16.394 Jiwa

Berton mengatakan, jumlah korban meninggal dunia hingga saat ini tidak bertambah atau tetap berjumlah 111 jiwa dengan total yang mengungsi 21.552 jiwa.

BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Bertambah 16.394 Jiwa
Tangkapan layar - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Tri Meilani Ameliya
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah pengungsi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 16.394 jiwa pada Sabtu (29/8/2026). Angka ini melonjak dari 3.259 jiwa menjadi 21.552 jiwa.

Plt Kepala Pusat Data, Infomasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa penambahan tersebut terjadi lantaran adanya pembaruan data signifikan yang terjadi di Ngada, NTT. Katanya, data yang selama ini didapat ternyata kurang valid.

"Di mana selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi," kata Berton saat konferensi pers, dikutip dari kanal YouTube BNPB, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, Berton mengatakan, jumlah korban meninggal dunia hingga saat ini tidak bertambah atau tetap berjumlah 111 jiwa. Dia juga mengatakan bahwa sejak kejadian gempa, bantuan terus dikirimkan dan saat ini permintaan bantuan dari lapangan sudah relatif landai.

Berton menyebut,secara kumulatif jumlah bantuan logistik yang telah dikirimkan sejak 15-29 Agustus 2026 sejumlah 1.916 ton untuk seluruh wilayah terdampak.

Dia juga mengatakan bahwa di pengungsian terpusat di Gor Samador, Kabupaten Sikka, sebanyak 13.175 jiwa telah kembali ke rumah masing-masing sehingga pada hari ini penanganan pengungsi mandiri dan dapur umum akan dipindahkan ke Pulau Paluwe.

Di sisi lain, Berton menyebut, BNPB juga akan melakukan verifikasi dan validasi rumah-rumah yang rusak akibat gempa, untuk memastikan kategori kerusakannya ringan, sedang, atau berat. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk menyiapkan admistrasi agar mendapatkan haknya di masa mendatang. Hingga saat ini, tercatat 89.618 rumah rusak dengan kategori ringan, sedang, dan berat di seluruh kabupaten terdampak.

Kemudian, Berton juga melaporkan bahwa hingga saat ini ada 9.278 gempa susulan yang terjadi dengan magnitudo paling besar 6,2 dan paling kecil 1, dan yang dirasakan oleh masyarakat ada 153 kali.

Dia juga mengucapkan terima kasih untuk para lembaga maupun organisasi dan individu yang telah menyalurkan bantuan untuk membantu penanganan dan pemulihan pasca bencana gempa bumi ini.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher