Menuju konten utama

188.161 Warga Terdampak Gempa NTT Masih Mengungsi

Pemerintah memastikan pasokan logistik dan kebutuhan dasar para penyintas dalam kondisi aman serta tersalurkan secara berkala.

188.161 Warga Terdampak Gempa NTT Masih Mengungsi
Suasana lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (28/8/2026). Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi Flores selama 14 hari terhitung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026 karena masih terjadi aktivitas gempa susulan di sejumlah wilayah yang terdampak gempa bumi. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 188.161 jiwa masih berada di posko pengungsian akibat gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kendati demikian, pemerintah memastikan pasokan logistik dan kebutuhan dasar para penyintas dalam kondisi aman serta tersalurkan secara berkala.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai, yang masing-masing menampung lebih dari 50.000 jiwa.

Meski angka pengungsian masih tinggi, BNPB mencatat adanya penurunan jumlah pengungsi sebanyak 4.142 jiwa seiring kembalinya sebagian warga ke rumah secara sukarela.

"Tentu kami akan tetap memfasilitasi setiap masyarakat atau pengungsi yang pulang ke rumah masing-masing secara sukarela dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring, Minggu (30/8/2026).

Selain pengungsian, data penanganan dampak gempa mencatat total korban meninggal dunia mencapai 111 orang, tanpa adanya penambahan laporan korban jiwa baru dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, korban luka-luka tercatat sebanyak 1.631 orang, dengan rincian 223 luka berat dan 1.408 luka ringan, serta 95.567 unit rumah warga teridentifikasi mengalami kerusakan yang kini tengah memasuki tahap verifikasi tingkat kerusakan.

Guna menjamin ketersediaan bantuan, BNPB terus mendistribusikan bahan logistik melalui jalur darat, laut, dan udara. Sepanjang periode 15 hingga 30 Agustus 2026, akumulasi bantuan yang telah disalurkan melalui dua posko utama di Maumere dan Labuan Bajo mencapai 1.954 ton. Pasokan bantuan tersebut bersumber dari BNPB sebanyak 1.065 ton serta donasi berbagai pihak sebesar 565 ton.

"Kami memastikan bahwa seluruh kebutuhan para pengungsi atau penyintas akibat dari gempa bumi ini akan terlayani dengan baik. Bantuan saat ini sudah tersalurkan di Bandara Labuan Bajo maupun Bandara Maumere, sehingga dari sana nanti disalurkan lagi ke kabupaten maupun ke desa," ucap Berton.

Khusus pada pengiriman harian per 30 Agustus 2026, BNPB menerbangkan 21 ton bantuan menggunakan pesawat Airbus menuju Labuan Bajo. Muatan tersebut mencakup paket sembako, beras, air mineral, mie instan, obat-obatan, hingga perlengkapan non-pangan khusus bayi dan wanita dewasa.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto