tirto.id - Tim penyelamat gabungan telah menemukan helikopter Airbus H130 PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh dalam penerbangan di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (16/4/2026).
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan seluruh awak dan penumpang helikopter PK-CFX meninggal dunia. Total korban jiwa berjumlah delapan orang, yang terdiri dari seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang.
"Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang serta awak pesawat dinyatakan meninggal dunia," ujar Lukman dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (17/4), dikutip Antara News.
Daftar Nama Korban Helikopter PK-CFX
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut diawaki oleh Capt. Marindra Wibowo (Pilot) dan Harun Arasyid (Engineer).
Adapun enam penumpang yang menjadi korban dalam musibah ini adalah:
- Mr. Patrick K. (Warga Negara Malaysia)
- Mr. Victor T.,
- Mr. Charles L.,
- Mr. Joko C.,
- Mr. Fauzie O.,
- Mr. Sugito.
Personel Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat (Yonko 466 Pasgat) bersama Basarnas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dari Kabupaten Sekadau menuju Bandara Supadio, Pontianak, menggunakan helikopter Caracal.
"Sejauh ini kami menerima informasi seluruh korban sudah ditemukan. Proses evakuasi masih berjalan, termasuk pengamanan bagian-bagian helikopter dari lokasi di Kabupaten Sekadau," kata Komandan Yonko 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, di Pontianak, Jumat.
Proses evakuasi, kata dia, masih terus berlangsung, termasuk pengamanan serpihan helikopter dari lokasi kejadian.
Menurut Adim, korban pertama kali ditemukan oleh tim SAR gabungan darat yang sejak awal telah melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan hilang kontaknya helikopter tersebut.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Brimob Polda Kalimantan Barat, Polres setempat, TNI dari Kodim dan Koramil terdekat, serta Basarnas.
Hingga saat ini, proses evakuasi lanjutan masih terus dilakukan, baik untuk pemindahan korban maupun pengumpulan serpihan helikopter guna kepentingan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kronologi Helikopter Hilang Kontak dan Jatuh
Helikopter milik PT Matthew Air Nusantara tersebut tengah menempuh rute dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1).
Pesawat dilaporkan lepas landas pada pukul 07.37 WIB. Namun, pada pukul 08.39 WIB, pesawat terdeteksi mengirimkan sinyal darurat sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak pada pukul 09.15 WIB. AirNav Indonesia kemudian menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku.
Basarnas kemudian menemukan serpihan pesawat. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso menyebut serpihan yang diduga bagian ekor pesawat tersebut terpantau melalui udara oleh tim SAR gabungan yang menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU.
"Hasil pemantauan udara diduga ditemukan posisi heli. Hasil pemantauan udara pada pukul 15.25 WIB ditemukan serpihan yang diduga ekor helikopter PK-CFX pada jarak kurang lebih tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak," kata dia.
Kemudian dari titik penemuan itu, pencarian dilanjutkan hingga seluruh penumpang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id





























