tirto.id - Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman menuai kontroversi baru. Nama pendakwah itu turut disinggung dalam persidangan kasus korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) baru-baru ini. Bukan kali pertama menuai kontroversi, berikut daftar masalah yang menyeret nama Miftah Maulana.
Meskipun pertama-tama dikenal luas sebagai pendakwah, Miftah Maulana merupakan sosok yang kontroversial. Ingatan publik tentangnya banyak mengarah kepada sejumlah tindakan kontroversial.
Awal mula Gus Miftah mendapat sorotan publik juga tak lepas dari kontroversi. Ia mulai dikenali banyak orang setelah video dirinya memberikan pengajian di salah satu kelab malam di Bali pada 2018 yang viral di internet.
Sejak saat itu, Miftah lalu dikenal luas sebagai pendakwah. Ia kemudian juga dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
Semula, publik mengenal Miftah hanya sebagai pendakwah. Namun, jelang tahun politik 2024 lalu, Miftah Maulana menampakkan diri sebagai pendukung Prabowo Subianto.
Dukungannya terhadap Prabowo bahkan sempat membuatnya diberi jabatan di kabinet. Namun, jabatan itu hanya seumur jagung lantaran kontroversi yang belakangan ia lakukan.
Kini, kontroversi kembali hinggap pada sosok tersebut. Miftah Maulana disebut dalam persidangan kasus korupsi proyek DJKA. Dalam persidangan, Miftah disebut diduga turut menerima aliran dana.
Daftar Kontroversi Gus Miftah
Sepanjang dikenal luas oleh publik, kontroversi kerap kali melekat pada sosok Gus Mitah atau Miftah Maulana. Terbaru, namanya disebut dalam persidangan kasus korupsi DJKA.
Berikut daftar kontroversi Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal lebih luas dengan nama Gus Miftah ini.
1. Dakwah di Klub Malam
Pada 2018 Miftah menjadi kontroversi karena ia berdakwah di klub malam di Bali. Video pengajiannya itu viral di internet dan dengan cepat menuai berbagai macam tanggapan.Tak sedikit yang memandang kegiatan itu tidak sopan, namun banyak pula yang memberikan apresiasi kepada Miftah karena hal tersebut. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) jadi salah satu pihak yang mengapresiasi tindakan Miftah tersebut.
Kontroversi terkait pengajian di klub malam ini juga jadi momentum Miftah jadi sosok yang dikenal publik secara luas. Sejak saat itu, namanya jadi terkenal.
2. Dakwah di Gereja
Setelah dikenal karena berdakwah di klub malam, Miftah kembali menuai kontroversi ketika menggelar pengajian serupa di gereja. Pada 2021, ia menggelar pengajian di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Jakarta Utara.Aksinya ini lalu menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak sedikit yang menilai bahwa hal itu justru tidak tepat karena melakukan dakwah di tempat ibadah agama lain.
3. Hina Pendakwah Lain
Miftah Maulana kembali menuai kontroversi pada 2022. Kala itu, ia diduga telah menghina pendakwah lain, Khalid Basalamah.Kontroversi ini terjadi ketika Miftah menggelar pagelaran wayang di pondok pesantren miliknya. Di sana, Miftah melontarkan kata-kata yang merendahkan Khalid Basalamah dan sontak memicu perdebatan publik.
4. Merendahkan Pesinden Yati Pesek
Pada 2022, Miftah juga terlibat kontroversi lain, yakni merendahkan legenda seni ketoprak Yati Pesek dengan menyebutnya sebagai pekerja seks komersial. Hal ini terjadi dalam sebuah pertunjukkan di Pondok Pesantren Ora Aji.Kala itu, Miftah berkelakar di atas panggung dengan menyamakan Yati Pesek sebagai pekerja seks komersial yang sempat ia asuh. Candaan itu sempat membuat Yati Pesek tak nyaman di atas panggung.
Kasus ini kemudian berkembang luas di internet. Banyak warganet menilai Miftah telah menggunakan kalimat yang merendahkan dan mengobjektifikasi perempuan dalam dakwah.
5. Sebut PKS sebagai Partai Wahabi
Pada awal 2024, Miftah Maulana kembali menuai kontroversi ketika menyebut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai kaum wahabi. Hal ini ia ungkapkan dalam ceramahnya di Lampung ketika mengomentari kerja sama NU dengan PKS.Kader PKS kemudian bereaksi keras terhadap Miftah. Para simpatisan PKS juga merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut.
6. Menoyor Kepala Istrinya di Depan Umum
Miftah juga pernah kedapatan menoyor kepala istrinya di depan umum. Hal ini terjadi pada 2024.Miftah berdalih bahwa hal itu sekadar candaan. Namun, publik menilai hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang yang dikenal sebagai pendakwah.
7. Bagi Uang saat Kampanye
Tahun 2024 merupakan tahun yang sibuk bagi Miftah Maulana. Tak hanya jadi pendakwah, saat itu Miftah juga terlibat aktif dalam kampanye politik calon presiden Prabowo Subianto.Pada Januari 2024, ia melakukan dakwah di Pamekasan, Madura. Hanya saja, ia kedapatan membagi-bagikan uang kepada para hadirin. Hal ini memicu spekulasi kampanye uang terselubung. Miftah membantahnya dan menyebut hal itu sebagai sedekah.
8. Menghina Pedagang Es Teh
Dukungan Miftah kepada Prabowo rupanya membawanya ke Istana. Ketika Prabowo berhasil menang dan jadi presiden, Miftah ditunjuk jadi utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama.Namun, Miftah mengundurkan diri tak lama setelah menjabat karena terlibat kontroversi. Kala itu, dalam sebuah pengajian, ia mengolok seorang pedagang es teh yang menjual dagangannya di lokasi pengajian.
Miftah menyebut pedagang es teh itu bodoh. Tindakan ini memicu respons keras dari publik. Tak lama kemudian, Miftah pun mundur dari jabatan sebagai utusan khusus presiden.
9. Disebut dalam Sidang Korupsi DJKA
Miftah kembali menuai kontroversi pada pertengahan 2026. Tepatnya pada 13 Juli 2026, namanya disebut dalam sidang kasus korupsi DJKA.Nama Miftah disebut oleh terpidana korupsi proyek DJKA, Dheky Martin, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang. Dheky mengatakan Miftah diduga menerima aliran dana senilai Rp100 juta dalam proyek Jalur Ganda Kereta Api Solo-Semarang (JGSS) Fase 1.
Kasus korupsi proyek JGSS Fase 1 merupakan dugaan korupsi yang turut menyeret Bupati Pati non-aktif Sudewo. Persidangan kasus ini merupakan pengembangan penyelidikan yang dilakukan KPK terkait proyek pembangunan DJKA sejak 2023 lalu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































