tirto.id - Empat bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan tersebut diberlakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) karena kondisi abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Empat bandara yang ditutup yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Budiarto, dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dengan kode WIHH juga ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik. Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma tercantum dalam NOTAM A3345/26.
“Berlaku hingga pukul 10.00 waktu setempat,” tulis Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama (Otban Satu) Direktorat Jenderal Hubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Minggu (6/9/2026).
Selanjutnya, Bandara Radin Inten II di Lampung dengan kode WILL juga ditutup sementara akibat abu vulkanik.
Penutupan tersebut tercantum dalam NOTAM B1124/26 sebagai pengganti NOTAM B1123/26. Penutupan berlaku hingga pukul 10.00 waktu setempat.
Bandara Budiarto dengan kode WIRR turut ditutup sementara. Penutupan tersebut tercantum dalam NOTAM C1076/26 yang berstatus NOTAM baru.
Penutupan Bandara Budiarto berlaku hingga pukul 09.30 waktu setempat.
Terakhir, penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang tercantum dalam NOTAM A3344/26 sebagai pengganti NOTAM A3341/26.
Penutupan sementara itu berlaku hingga pukul 09.30 waktu setempat.
Otban Satu Kemenhub pun turut mengimbau masyarakat untuk memerhatikan jadwal keberangkatan maskapai yang terdampak akibat penutupan operasional bandara-bandara tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan,” pungkas Otban Satu Kemenhub.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































