Menuju konten utama

Cuaca Hambat SAR Longsor Cilacap, Menteri PU Tambah Dukungan

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan dukungan alat berat dan logistik darurat tersedia di lokasi.

Cuaca Hambat SAR Longsor Cilacap, Menteri PU Tambah Dukungan
Petugas menggunakan ekskavator melakukan pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (15/11/2025). BPBD mengerahkan 10 ekskavator untuk membantu mempercepat pencarian korban longsor karena luasan area yang terdampak mencapai 6,5 hektar dengan kedalaman hingga 10 meter. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah pusat mengerahkan seluruh sumber daya teknis untuk mempercepat penanganan darurat bencana longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan dukungan alat berat dan logistik darurat tersedia di lokasi untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor yang terjadi pada Kamis lalu itu.

Sebanyak 15 unit ekskavator yang berasal dari berbagai balai, baik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), sudah berada di lokasi meskipun sebagian masih dalam perjalanan

“Kementerian PU berkomitmen untuk menangani dampak banjir bandang ini dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” kata Dody dalam keterangannya, diterima Minggu (16/11/2025).

Menurut Dody, kondisi di titik kejadian masih labil. Longsor susulan skala kecil masih terjadi, membuat tim di lapangan bekerja dalam tekanan situasi yang berubah-ubah.

Cuaca menjadi tantangan lain, sebab setiap sore hingga malam wilayah terdampak cenderung diguyur hujan, menyebabkan operasi SAR harus dihentikan sementara demi keamanan personel.

Data terbaru yang diterima Kementerian PUPR menunjukkan, jumlah korban mencapai 46 orang. Dari jumlah itu, 11 orang ditemukan meninggal dunia, 23 selamat, dan 12 masih dalam pencarian.

“Harapan saya kebencanaan ini segera berakhir sehingga proses pencarian dapat dilakukan maksimal,” ujar Dody.

Lokasi terdampak dibagi menjadi beberapa zona pekerjaan. Tugas meliputi pembuatan sodetan aliran air untuk mencegah genangan dan memperlancar akses evakuasi serta pencarian korban di titik-titik terdampak longsor.

Dody menyampaikan Kementerian PU terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah setempat untuk memastikan seluruh langkah penanganan berjalan cepat, aman, dan terarah.

Pemerintah pusat juga tengah menyiapkan langkah dukungan tambahan melalui koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah dan BNPB, termasuk opsi modifikasi cuaca untuk memperluas jendela waktu operasi SAR.

Langkah ini dipertimbangkan agar hujan dapat ditekan sehingga tim dapat bekerja lebih aman.

Selain mengirim alat berat, Dody menegaskan pentingnya dukungan logistik bagi para petugas yang bekerja di lapangan. Ia mengingatkan agar kebutuhan dasar seperti bahan bakar, air minum, serta makanan dan minuman hangat tetap dipenuhi bagi para petugas SAR.

Dody memastikan kementeriannya akan memberikan dukungan penuh hingga proses tanggap darurat tuntas.

"Harapan kami nanti akan koordinasi dengan Pak Gubernur Jateng [Ahmad Luthfi] supaya dilakukan modifikasi cuaca juga dengan BNPB agar proses search and rescue-nya bisa lebih efektif dan efisien," terang Dody.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty