Menuju konten utama

Contoh Soal Seleksi Kompetensi CAT Guru Tendik Sekolah Rakyat

Kumpulan contoh soal Seleksi Kompetensi CAT Guru Tendik Sekolah Rakyat 2026 dapat dipelajari pelamar. Ketahui pola soal dan opsi jawabannya.

Contoh Soal Seleksi Kompetensi CAT Guru Tendik Sekolah Rakyat
ilustrasi tes PPPK. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Contoh soal Seleksi Kompetensi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) guru dan tenaga kependidikan (tendik) Sekolah Rakyat 2026 Kementerian Sosial (Kemensos) dapat menjadi acuan bagi pelamar. Simak pola soal dan opsi jawaban berikut.

Seleksi Kompetensi CAT guru dan tendik Sekolah Rakyat 2026 menjadi tes lanjutan setelah pelamar dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Tes ini bersifat menggugurkan dan termasuk dalam komponen penilaian kelulusan akhir.

Sebab itu, pelamar perlu mempersiapkan diri dengan baik agar dapat menyelesaikan tes CAT dengan optimal. Salah satunya dengan berlatih soal serupa sesuai kisi-kisi materi yang diujikan. Melalui latihan soal, pelamar dapat mengetahui jenis soal dan mengatur waktu dalam menjawab soal.

Kumpulan Contoh Soal Seleksi Kompetensi CAT Guru Tendik Sekolah Rakyat

Secara umum, tahapan seleksi yang perlu dilewati perlamar guru dan tendik Sekolah Rakyat mencakup seleksi administrasi, kompetensi dengan sistem CAT, dan kompetensi tambahan (SKT).

Mengacu pengumuman Kemensos Nomor : 1995/1/KP.01.01/06/2026 Tentang Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Pada Sekolah Rakyat Tahun 2026, Seleksi Kompetensi terdiri dari Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Sosial Kultural, dan Wawancara.

Tes ini digelar untuk mengukur dan menilai karakteristik, kemampuan, dan keterampilan pelamar apakah sudah sesuai dengan tugas jabatan yang dilamar. Adapun teknis pelaksanaan Seleksi kompetensi dengan CAT akan diumumkan kemudian.

Berikut kumpulan contoh soal Seleksi Kompetensi CAT guru dan tendik Sekolah Rakyat 2026 yang dapat dipelajari pelamar:

1. Hakikatnya, belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Pernyataan ini adalah prinsip teori belajar yang dicetuskan oleh.....

A. Edward Thorndike

B. Burrhus Frederic Skinner

C. David Ausubel

D. Albert Bandura

Jawaban: A

2. Metode diskusi kelompok di kelas bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam aspek....

A. Kognitif

B. Sosial

C. Emosional

D. Psikomotorik

Jawaban: B

3. Seorang guru terbiasa memberi kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas tanpa arahan langsung. Langkah ini bertujuan menumbuhkan kemandirian dan percaya diri siswa. Pendekatan ini selaras dengan prinsip....

A. Scaffolding

B. Teacher-Centered

C. Autonomous Learning

D. Behaviorism

Jawaban: C

4. Prinsip pembelajaran yang menekankan pentingnya pemahaman siswa pada konsep, sehingga tidak hanya menghafal, disebut....

A. Pembelajaran Holistik

B. Pembelajaran Permaknaan

C. Pembelajaran Partisipatif

D. Pembelajaran Kontekstual

Jawaban: B

5. Proses belajar-mengajar yang mendorong siswa berpikir logis dan analitis saat harus mencari solusi masalah merupakan bentuk dari pendekatan....

A. Pembelajaran Partisipatif

B. Pembelajaran Afektif

C. Pembelajaran Sosial

D. Pembelajaran Kognitif

Jawaban: D

6. Salah satu prinsip yang utama di pengembangan kurikulum adalah relevansi. Prinsip ini mengharuskan kurikulum untuk....

A. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat

B. Mudah diterapkan di semua sekolah

C. Mengutamakan teori daripada praktik

D. Sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat

Jawaban: A

7. Seorang anak yang baru tiga hari tinggal di asrama berulang kali terlambat mengikuti jadwal makan dan kegiatan kebersihan pagi, berbeda dengan anak-anak lain yang sudah terbiasa. Sebagai Wali Asrama, tindakan yang paling tepat adalah...

A. Menegakkan aturan secara penuh sejak hari pertama agar anak segera disiplin seperti yang lain

B. Membiarkan saja karena anak tersebut masih baru dan akan terbiasa dengan sendirinya

C. Memindahkan anak ke kelompok lain yang jadwalnya lebih longgar.

D. Memberikan masa adaptasi dengan pendampingan ekstra sambil tetap mengenalkan aturan secara bertahap.

Jawaban: D

8. Dua anak di asrama terlibat perselisihan hingga saling mendorong karena berebut giliran menggunakan kamar mandi. Tidak ada cedera serius. Pendekatan penanganan konflik yang paling sesuai dengan prinsip restoratif adalah...

A. Langsung menjatuhkan sanksi yang sama kepada kedua anak tanpa mendengarkan kronologi.

B. Membiarkan kedua anak menyelesaikan sendiri tanpa pendampingan.

C. Memberi ruang bagi kedua anak untuk menyampaikan perspektifnya, memahami dampak kejadian, lalu memfasilitasi pemulihan hubungan dengan tindak lanjut yang dipantau.

D. Memisahkan kedua anak secara permanen ke kelompok asrama yang berbeda.

Jawaban: C

9. Seorang siswa yang baru beberapa hari tinggal di lingkungan asrama sekolah berulang kali terlambat mengikuti jadwal makan dan kegiatan kebersihan pagi, berbeda dengan anak-anak lain yang sudah terbiasa. Sebagai pendidik atau Wali Asrama, tindakan yang paling tepat adalah...

A. Memberikan masa adaptasi dengan pendampingan ekstra sambil tetap mengenalkan aturan secara bertahap

B. Menegakkan aturan secara penuh sejak hari pertama agar anak segera disiplin seperti yang lain

C. Membiarkan saja karena anak tersebut masih baru dan akan terbiasa dengan sendirinya

D. Memindahkan anak ke kelompok lain yang jadwalnya lebih longgar

Jawaban: A

10. Wali Asrama mengamati seorang Wali Asuh membentak dan mempermalukan seorang anak di depan teman-temannya karena tidak merapikan tempat tidur. Langkah pertama yang paling tepat dilakukan Wali Asrama adalah...

A. Segera melaporkan Wali Asuh tersebut kepada pimpinan sekolah untuk diberi sanksi

B. Membiarkan karena itu bukan wewenang Wali Asrama untuk ikut campur.

C. Memberikan pembinaan langsung secara suportif dan edukatif kepada Wali Asuh tersebut.

D. Menegur Wali Asuh tersebut di depan anak-anak agar anak merasa dibela.

Jawaban: C

11. Pada pukul 02.00 dini hari, seorang anak mengalami demam tinggi disertai kejang ringan. Wali Asrama yang sedang bertugas tidak dapat segera menghubungi pimpinan sekolah. Tindakan yang paling tepat adalah...

A. Menunggu hingga pagi untuk melaporkan kepada pimpinan sebelum mengambil tindakan apapun.

B. Membiarkan anak beristirahat di kamar dan memantau dari jauh agar tidak mengganggu anak lain.

C. Meminta Wali Asuh lain untuk memutuskan karena bukan kewenangan Wali Asrama.

D. Segera mengambil keputusan merujuk anak ke fasilitas kesehatan terdekat sesuai protokol darurat, lalu mendokumentasikan dan melapor setelah situasi tertangani.

Jawaban: D

12. Seorang siswa mendatangi Anda secara diam-diam dan mengaku mengalami perundungan (bullying) oleh penghuni sekolah/asrama lain. Namun, ia memohon dengan sangat agar hal ini tidak diketahui siapa pun karena takut dikucilkan atau dijauhi. Tindakan yang paling tepat adalah...

A. Menghormati permintaan anak sepenuhnya dan tidak mencatat atau melaporkan apapun demi kenyamanannya

B. Langsung mengonfrontasi siswa yang diduga melakukan perundungan agar masalah cepat selesai

C. Menyelesaikan secara informal dengan mempertemukan kedua anak secara langsung tanpa pencatatan.

D. Menerima pengaduan dengan empati, menjelaskan pentingnya dokumentasi, dan meneruskan melalui mekanisme pengaduan resmi dengan tetap menjaga kerahasiaan dan melindungi pelapor

Jawaban: D

13. Seorang anak mendatangi Wali Asrama secara diam-diam dan mengaku mengalami perundungan oleh penghuni asrama lain, namun memohon agar hal ini tidak diketahui siapa pun karena takut dijauhi. Tindakan yang paling tepat adalah...

A. Menerima pengaduan dengan empati, menjelaskan pentingnya dokumentasi, dan meneruskan melalui mekanisme pengaduan resmi dengan tetap menjaga kerahasiaan dan melindungi pelapor

B. Menghormati permintaan anak sepenuhnya dan tidak mencatat atau melaporkan apapun

C. Langsung mengonfrontasi anak yang diduga melakukan perundungan agar masalah cepat selesai

D. Menyelesaikan secara informal dengan mempertemukan kedua anak secara langsung tanpa pencatatan

Jawaban: A

14. Dua orang siswa di sekolah terlibat perselisihan fisik ringan hingga saling mendorong karena berebut giliran menggunakan fasilitas asrama. Tidak ada cedera serius yang dialami keduanya. Pendekatan penanganan konflik yang paling sesuai dengan prinsip restoratif adalah...

A. Langsung menjatuhkan sanksi atau hukuman yang sama beratnya kepada kedua anak tanpa mendengarkan kronologi

B. Membiarkan kedua anak menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa campur tangan guru

C. Memberi ruang bagi kedua anak untuk menyampaikan perspektifnya, memahami dampak kejadian, lalu memfasilitasi pemulihan hubungan dengan tindak lanjut yang dipantau

D. Hanya menghukum anak yang dianggap memicu atau memulai dorongan pertama

Jawaban: C

15. Sebagai seorang Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab atas supervisi dan koordinasi, Anda mengamati seorang staf bawah atau Wali Asuh membentak dan mempermalukan seorang siswa di depan teman-temannya karena kelalaian kecil (seperti tidak merapikan tempat tidur/meja). Langkah pertama yang paling tepat dilakukan adalah...

A. Segera melaporkan staf tersebut kepada pimpinan sekolah/yayasan untuk langsung diberi sanksi tegas

B. Membiarkan hal itu terjadi karena hal tersebut merupakan wewenang penuh staf tersebut dalam mendidik

C. Menegur dan memarahi staf tersebut di depan anak-anak agar siswa merasa dibela oleh Anda

D. Memberikan pembinaan langsung secara suportif dan edukatif kepada staf tersebut secara personal setelah situasi tenang

Jawaban: D

Pembaca dapat mengakses artikel mengenai PPPK 2026 melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel PPPK 2026

Baca juga artikel terkait PPPK 2026 atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo